JAKARTA - Alih-alih beralih ke tontonan baru yang segar, sebagian orang justru lebih memilih untuk menyaksikan kembali serial drama lama yang sudah tamat secara berulang.
Fenomena psikologis ini memperlihatkan bahwa individu yang gemar mengulang tontonan yang sama tersebut ternyata menyimpan sejumlah karakteristik kepribadian yang sangat unik.
Bahkan, ada sekelompok orang yang sanggup menonton ulang suatu judul serial hingga berkali-kali sampai berhasil menghafal detail setiap potongan dialognya tanpa perlu melihat teks terjemahan lagi.
Psikolog Danielle Roeske memaparkan bahwa kebiasaan rewatch ini pada dasarnya berakar kuat dari keinginan alami manusia untuk mendapatkan sebuah kepastian serta rasa nyaman.
"Memilih sesuatu yang baru membutuhkan kerja otak kami karena kami tidak mengenal karakter, alur cerita, atau nuansanya dan kami tidak yakin apakah kami akan menikmatinya. Acara yang sudah familiar menghilangkan semua ketidakpastian itu," jelas Roeske mengutip dari Parade.
Berdasarkan kajian para ahli psikologi, berikut merupakan enam indikasi tipe kepribadian yang melekat kuat pada diri para pencinta setia pengulang serial favorit:
Pertama, tipe empati yang tinggi di mana mereka dinilai memiliki ikatan emosional mendalam dengan para tokoh serta alur cerita yang disajikan secara berulang tersebut.
"Kami merasakan apa yang mereka rasakan. Kegembiraan, kenikmatan, dan bahkan perjuangan mereka terasa seperti pengalaman bersama," jelasnya.
Kedua, memiliki tingkat kesadaran diri yang baik karena individu tersebut dinilai sangat paham terhadap jenis kebutuhan emosional mereka sendiri dan tahu bagaimana cara memenuhinya.
Ketiga, berkarakter sensitif atau rentan cemas di mana mereka membutuhkan sebuah kepastian cerita demi membantu menenangkan kondisi sistem saraf yang sering berada dalam keadaan siaga.
Keempat, sangat memperhatikan aspek detail, di mana para pengulang serial ini biasanya jauh lebih peka terhadap elemen kecil yang kerap luput dari pandangan penonton biasa.
Kelima, cenderung menyukai rutinitas terstruktur dalam keseharian mereka, sehingga aktivitas menonton ulang ini sering kali dijadikan sebagai bagian dari ritual sakral yang menenangkan.
Keenam, memiliki sifat loyalitas yang tinggi, yang tecermin dari kecenderungan mereka untuk selalu setia kembali memilih destinasi, makanan, ataupun tontonan yang sama berulang kali.