Alasan Psikologis Penumpang Pesawat Berdiri Sebelum Pintu Dibuka

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12:32 WIB
Ilustrasi Berdiri Penumpang Pesawat Ingin Turun.

JAKARTA - Kebiasaan para penumpang yang langsung bangkit dari kursi begitu roda pesawat menyentuh landasan pacu tampaknya sudah menjadi sebuah pemandangan yang lumrah.

Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tergesa-gesa mengambil tas dari bagasi kabin atas lalu membuat antrean panjang di lorong, padahal pintu keluar pesawat masih terkunci rapat.

Fenomena unik ini sering kali memicu silang pendapat di mana sebagian menganggapnya sebagai tindakan yang mengganggu, sementara yang lain menilai hal itu wajar setelah duduk berjam-jam.

Padahal, kru kabin selalu mengimbau agar penumpang tetap duduk tenang dengan sabuk pengaman terkunci hingga armada benar-benar berhenti dan lampu indikator petunjuk dimatikan.

Menyadur laporan dari The Travel, sekitar 35 persen responden melalui jajak pendapat menilai kebiasaan bangkit berdiri terlalu dini usai mendarat dapat mengganggu serta membahayakan orang lain.

Ditinjau dari perspektif psikologis dan pola perilaku manusia, terdapat beragam latar belakang utama yang mendasari munculnya fenomena berulang tersebut:

Pertama, adanya rasa kurang nyaman selama perjalanan di mana momen pendaratan menjadi penanda berakhirnya ketegangan bagi mereka yang memiliki kecemasan atau fobia terhadap ketinggian.

Bersiap untuk segera keluar merupakan taktik emosional mereka untuk mempercepat rasa bebas dari ruang kabin sehingga ketegangan yang dirasakan sepanjang penerbangan dapat segera mereda.

Kedua, keinginan kuat untuk bisa keluar dari kabin lebih cepat karena mengejar jadwal penerbangan lanjutan, janji yang mendesak, atau sekadar ketidaksabaran untuk tiba di lokasi tujuan.

Ketiga, faktor kebiasaan berulang yang otomatis terekam oleh memori otak dari pengalaman terbang terdahulu, sehingga tubuh spontan bergerak berdiri tanpa memikirkan urgensinya lagi.

Keempat, kondisi fisik yang terasa pegal dan sangat membutuhkan pergerakan otot setelah dipaksa mendekam pada posisi yang sama selama berjam-jam di dalam ruang gerak yang terbatas.

Kelima, rasa khawatir akan terhambat oleh penumpang lain yang bergerak lambat saat mengambil barang bawaan, sehingga mereka memilih mengamankan posisi di lorong kabin terlebih dahulu.

Walau terkesan sepele, bergerak sebelum pesawat berhenti total menyimpan potensi bahaya akibat risiko pengereman mendadak atau guncangan tak terduga yang dapat menghilangkan keseimbangan tubuh.

Terkini