Momen Presiden Belarus Beri Pulpen ke Prabowo Usai Isi Buku Tamu

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:33:32 WIB
Pada awal pertemuan resmi, Lukashenko spontan memberikan pulpen ke Prabowo yang terlihat kaget di momen tersebut.

JAKARTA - Pemimpin RI Prabowo Subianto terlihat terkejut ketika menerima hadiah sebuah pena dari Presiden Belarus Alexandr Lukashenko setelah agenda pengisian buku tamu kenegaraan di Istana Merdeka pada hari Kamis.

Melalui siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, peristiwa unik itu berlangsung sesudah Lukashenko merampungkan tanda tangan dokumen negara di dalam Ruang Kredensial.

Alat tulis yang dipakai oleh Lukashenko tersebut mendadak diserahkan kepada Prabowo. Merespons hal itu, Prabowo terlihat agak heran namun segera mengambil lalu memasukkan pena corak hitam kombinasi emas itu ke kantong jasnya.

Usai momen tersebut, kedua kepala negara saling berjabat tangan erat dan melakukan sesi dokumentasi bersama sebagai penanda eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Belarus.

Agenda pengisian dokumen serta foto bersama ini digelar setelah masing-masing pemimpin negara memperkenalkan para anggota delegasi yang ikut hadir.

Pada awalnya, Prabowo menjabarkan deretan utusan resmi Indonesia yang mengawal dirinya, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Turut hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Di sisi lain, Lukashenko turut mengenalkan jajaran utusan Belarus, termasuk dua anak kandungnya Dmitry Lukashenko dan Nikolai Lukashenko, Wakil Perdana Menteri Viktor Karankevich, hingga Menteri Luar Negeri Maxim Ryzhenkov.

Ada juga Wakil Ketua Pertama Dewan Bank Nasional Alexandr Yegorov, beserta Ketua Presidium Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Uladzimir Karanik yang ikut diperkenalkan.

Selepas seluruh prosesi penyambutan selesai, Prabowo bersama Lukashenko melangsungkan diskusi tertutup secara empat mata di dalam ruang kerja Kepala Negara.

Salah satu poin utama dalam lawatan resmi Presiden Lukashenko ini adalah perilisan "Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030" yang menjadi pondasi kuat kolaborasi kedua pihak di sektor ekonomi, pertanian, pangan, budaya, dan teknologi.

Negara Belarus sendiri menjadi rekan strategis bagi Indonesia di wilayah Eurasia sekaligus motor utama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Ditambah lagi, pihak Indonesia dan EAEU sudah mengesahkan kesepakatan dagang bebas pada Desember 2025.

Terkini