Kloter 43 Tiba di Tanah Air Menandai Penutupan Debarkasi Makassar

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:12:01 WIB
Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar Ikbal Ismail saat menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 43 di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis (2/7/2026).

JAKARTA - Satuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar menyambut kedatangan rombongan jamaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 43. Kedatangan kelompok pamungkas ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional pelayanan ibadah haji untuk musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

H. Ikbal Ismail selaku Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap elemen petugas yang terus berjaga dan mengawal kepulangan para jamaah hingga rombongan paling akhir tiba.

"Terima kasih atas dedikasi seluruh petugas. Alhamdulillah, jamaah haji dapat kembali ke tanah air dengan selamat. Ini adalah hasil kerja sama dan pengabdian semua pihak," ujarnya.

Penerbangan pamungkas tersebut mendarat secara resmi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tepat jam 16.52 WITA dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 1443. Jumlah total yang kembali sebanyak 244 individu, dengan rincian 242 orang jamaah haji beserta dua orang petugas pendamping.

Secara rinci, komposisi jamaah pada Kloter 43 ini diisi oleh 111 warga asal Kabupaten Wajo, 46 orang asal Gowa, 17 orang asal Bulukumba, 15 orang dari Sulawesi Tenggara, serta 13 orang asal Maros. Selain itu terdapat pula perwakilan dari Pangkep sembilan orang, Soppeng tujuh orang, Tana Toraja tujuh orang, Pinrang enam orang, Takalar lima orang, Sulawesi Barat empat orang, ditambah empat orang petugas yang bertindak sebagai ketua kloter, tenaga medis, pemandu daerah, dan utusan Kota Makassar.

Jika merujuk pada data awal keberangkatan yang berjumlah 246 orang, terdapat selisih dua bangku kosong pada kepulangan kali ini. Hal tersebut dikarenakan satu jamaah asal Kabupaten Soppeng berpindah kepulangan lebih awal (tanazul) bersama Kloter 41, sedangkan satu orang lagi dari Kabupaten Wajo terpaksa menetap di Makkah untuk menjalani perawatan medis di King Abdullah Medical City.

Agenda serah terima rombongan dihadiri langsung oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Takalar H Muhammad Ikbal, serta Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji Sulawesi Tenggara H Muhammad Lalan Jaya. Turut hadir pula Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Barat bersama para pimpinan Kantor Kementerian Haji tingkat kabupaten/kota serta perwakilan pemda dari wilayah Takalar, Wajo, Pinrang, Pangkep, hingga Mamuju Tengah.

Pada kesempatan itu, Ikbal juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika sepanjang proses pelayanan masih ditemukan hal-hal yang kurang berkenan. Beliau memastikan seluruh keluhan dan masukan berharga dari para jamaah dikumpulkan sebagai modal evaluasi demi mendongkrak mutu pelayanan di musim-musim mendatang.

"Kami memohon maaf apabila masih ada pelayanan yang belum sempurna. Insya Allah, evaluasi tahun ini menjadi bekal untuk menghadirkan layanan haji yang semakin baik," katanya.

Di sela-sela acara penyambutan tersebut, Ikbal kemudian secara resmi mengetuk palu tanda berakhirnya masa kerja operasional Debarkasi Makassar untuk musim haji 1447 H/2026 M.

"Dengan tibanya Kloter 43, operasional Debarkasi Makassar kami nyatakan resmi berakhir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini," tuturnya.

Berdasarkan catatan rekapitulasi, Embarkasi/Debarkasi Makassar total telah mengoordinasikan keberangkatan sebanyak 16.728 orang jamaah dan petugas pada tahun ini. Sampai hari penutupan, jumlah yang berhasil dipulangkan ke tanah air tercatat sebanyak 16.685 orang, di mana sisa 43 orang lainnya dilaporkan wafat di Arab Saudi sebanyak 37 jiwa dan enam pasien masih dirawat di sana.

Melalui selesainya proses debarkasi bagi Kloter 43 ini, PPIH Makassar sukses merampungkan tugas pelayanan bagi masyarakat dari berbagai provinsi, mulai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, hingga Maluku Utara.

Seluruh rangkaian penerimaan jamaah dari Provinsi Papua dan Papua Barat juga dipastikan selesai, ditutupnya masa operasional haji 2026 ini membawa semangat besar untuk terus memperbaiki diri agar pelayanan ke depan menjadi jauh lebih profesional, aman, sekaligus nyaman bagi seluruh tamu Allah.

Terkini