Bali Alami Inflasi 3,27 Persen Dipicu Lonjakan Harga Bensin

Kamis, 02 Juli 2026 | 22:44:01 WIB
Harga BBM Naik, BPS Catat Bali Inflasi 3,27 Persen pada Juni 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) membukukan laju inflasi Provinsi Bali menyentuh angka 3,27% (yoy) atau didapati kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari level 109,71 pada Juni 2025 menjadi 113,30 pada Juni 2026.

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan inflasi tahunan (yoy) terjadi akibat merangkaknya harga sejumlah komoditas amatan yang diperlihatkan oleh meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Sektor makanan, minuman dan tembakau melesat sebesar 4,03%, kelompok pakaian dan alas kaki senilai 1,28%, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,43%.

Berikutnya, sektor perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 1,40%, kelompok kesehatan senilai 1,54%, kelompok transportasi sebesar 5,87%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan senilai 1,56%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,43%, kelompok pendidikan senilai 3,09%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyentuh angka 2,97%.

Pada Juni 2026, seluruh kelompok pengeluaran menyumbang andil inflasi yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau senilai 1,28%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,33%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06%, kelompok kesehatan senilai 0,04%, kelompok transportasi sebesar 0,63%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya senilai 0,01%, kelompok pendidikan sebesar 0,21%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran senilai 0,29%, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28%.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi padaJuni 2026 antara lain bensin, bawang merah, cabai rawit, beras, emas perhiasan, minyak goreng, sigaret putih mesin (SPM), pemeliharaan, biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), sewa rumah, angkutan udara, cabai merah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, kue basah, tarif air minum PAM, pepes, tarif parkir, dan nasi dengan lauk." Jelas Hendrayana, Rabu (1/7/2026).

Di sisi lain, produk yang menyumbang deflasi tahunan di antaranya tomat, sawi hijau, daging babi, buncis, kacang panjang, sabun cair/cuci piring, ketimun, pembalut wanita, sabun detergen bubuk, buku tulis bergaris, bawang bombay, kelapa, labu siam/jipang, celana pendek pria, sandal karet wanita, pakcoy/pokcoy/bokcoy, dan ayam hidup.

Sejumlah komoditas yang dominan menyumbang andil inflasi bulanan (mtm) pada Juni 2026 meliputi bensin, bawang merah, bawang putih, canang sari, wortel, buncis, daging babi, beras, pisang, minyak goreng, kangkung, Sigaret Putih Mesin (SPM), sewa rumah, mie kering instan, tongkol diawetkan, dan telepon seluler.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan antara lain daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, telur ayam ras, sandal karet wanita, pasta gigi, jagung manis, nangka muda, dan ayam hidup.

Terkini