Celah Keamanan Ancam Pengguna AirDrop iPhone dan Quick Share

Kamis, 02 Juli 2026 | 04:10:32 WIB
Ilustarasi aktivitas peretasan atau hacking.

JAKARTA - Tim peneliti keamanan siber dari CISPA Helmholtz Center for Information Security menemukan enam celah kerentanan potensial. Celah ini dapat mengeksploitasi sistem operasi iOS, Android, macOS, hingga Windows melalui fitur pengiriman data instan AirDrop dan Quick Share.

Layanan nirkabel yang dirancang untuk mempermudah transfer dokumen tanpa koneksi internet tersebut terbukti memiliki kelemahan arsitektur pada sistem pelacakan latar belakang. Hal ini membuka ruang bagi pihak ketiga untuk melumpuhkan fungsi perangkat dari jarak dekat.

Kemudahan operasional yang ditawarkan oleh AirDrop dan Quick Share bersumber dari layanan latar belakang yang langsung aktif berkomunikasi dengan perangkat sekitar begitu berada dalam jangkauan tanpa memerlukan persetujuan awal dari pengguna.

Berdasarkan laporan BGR yang dikutip Kamis (2/7/2026), tingkat kepercayaan otomatis yang tinggi pada sistem koneksi tanpa kabel ini justru menjadi pintu masuk utama bagi para peretas untuk melakukan penetrasi keamanan.

Tiga dari enam celah keamanan tersebut terikat pada sistem AirDrop, dengan fokus masalah utama berada pada komponen sharingd. Sementara itu, tiga kerentanan lainnya ditemukan pada sistem Quick Share serta arsitektur jaringan yang digunakan Windows.

Para peneliti mencatat pelaku kejahatan siber hanya membutuhkan sebuah laptop dengan koneksi Wi-Fi dan berada dalam radius 10 hingga 30 meter dari target yang mengaktifkan opsi visibilitas perangkat untuk semua orang.

Pada kasus AirDrop, peretas dapat mengirimkan perintah massal yang menciptakan beban berlebih pada sistem sehingga menyebabkan proses sharingd mengalami lumpuh total. Kondisi ini otomatis mematikan fungsi AirDrop, Continuity Camera, dan layanan integrasi lainnya.

Bagi pengguna Quick Share dan Windows, dampaknya jauh lebih berisiko karena perintah yang dikirimkan mampu melewati pemeriksaan keamanan berlapis. Peretas dapat membuka kembali sesi komunikasi yang telah ditutup melalui eror sistem.

Seluruh daftar celah keamanan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pihak Apple dan Google. Langkah mitigasi cepat langsung diambil oleh kedua raksasa teknologi tersebut guna mencegah meluasnya dampak eksploitasi.

Hingga saat ini, dua dari enam celah kerentanan telah mendapatkan perbaikan resmi melalui pembaruan sistem. Sementara itu, empat celah lainnya masih dalam proses penemuan dan pengembangan solusi teknis.

Konsumen diimbau untuk mengubah pengaturan koneksi penemuan perangkat pada menu AirDrop dan Quick Share dari opsi "Semua Orang" menjadi "Hanya Kontak" atau menonaktifkannya saat berada di ruang publik.

Terkini