Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Turun Saat IHSG Melemah Sepekan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:52:31 WIB
Ilustrasi IHSG.

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdokumentasikan mengalami penurunan dalam kurun sepekan terakhir atau tepatnya untuk periode 29 Juni sampai dengan 3 Juli 2026.

Pelemahan yang membayangi pergerakan indeks tersebut terpantau ikut memicu penyusutan nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Merujuk pada publikasi rilis data perdagangan resmi BEI, posisi IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 0,35 persen hingga mendarat ke zona 5.875,780.

Selaras dengan tren tersebut, akumulasi kapitalisasi pasar BEI juga dilaporkan terkikis sebanyak 0,14 persen pada kurun waktu pembukuan yang sama.

“Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami perubahan sebesar 0,14 persen menjadi Rp 10.287 triliun dari Rp 10.302 triliun pada penutupan pekan lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Bukan sekadar nilai kapitalisasi pasar yang tergerus, intensitas aktivitas perdagangan saham di lantai bursa juga memperlihatkan adanya indikasi perlambatan.

Rasio rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi dari yang sebelumnya sanggup menyentuh 1,73 juta kali transaksi di pekan lalu.

Penurunan performa juga membayangi laju rata-rata volume transaksi harian yang dilaporkan jatuh sebesar 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham, jika dikomparasikan dengan perolehan 25,18 miliar lembar saham pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, grafik rata-rata nilai transaksi harian terpantau anjlok dengan persentase lebih curam, yakni menembus 35,90 persen menjadi Rp 11,27 triliun dari semula Rp 17,58 triliun pada pekan lalu.

Walau diterpa tren penurunan, kelompok investor mancanegara dilaporkan masih gencar merealisasikan aksi beli bersih pada momentum penutupan perdagangan hari Jumat (3/7/2026).

“Investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp 6,08 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 74,42 triliun,” pungkas Kautsar.

Sebagai informasi tambahan, grafik IHSG sejatinya sukses ditutup menguat sebesar 2,28 persen atau naik sebanyak 131,224 poin menuju area 5.875,780 pada sesi perdagangan Jumat (3/7/2026).

Sepanjang bergulirnya sesi pasar, pergerakan indeks merayap di dalam rentang skala 5.805,922 hingga level 5.899,302, setelah sebelumnya dibuka pada garis posisi 5.806,167.

Akselerasi penguatan indeks pada akhir pekan tersebut disokong penuh oleh dominasi dari komoditas saham yang bergerak menghijau.

Tercatat ada sebanyak 494 saham yang merangkak naik, 154 saham mengalami pelemahan, sedangkan 139 saham lainnya terpantau jalan di tempat atau stagnan.

Rangkaian aktivitas perdagangan di lantai bursa BEI membukukan volume transaksi total mencapai 18,147 billion lembar saham dengan intensitas frekuensi sebanyak 1.382.475 kali.

Terkini