Aplikasi Movin Mandiri Taspen Bakal Hadirkan Layanan Tabungan Emas

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:58:31 WIB
Bank Mandiri Taspen.

JAKARTA - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) tengah menggodok peluncuran fitur investasi tabungan emas terbaru di dalam ekosistem aplikasi digital Movin.

Langkah perluasan layanan finansial tersebut ditargetkan dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas pada kuartal IV 2026 mendatang.

Melalui jalinan kemitraan strategis bersama PT Pegadaian, para nasabah nantinya diberikan kemudahan untuk mulai melakukan investasi emas dengan modal awal Rp100.000.

Masyarakat juga dipastikan dapat memonitor fluktuasi harga harian serta akumulasi saldo kepemilikan logam mulia mereka secara real time lewat gawai pintar.

Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mantap, Agus Syaiful Anwar menerangkan bahwa korporasi sedang mematangkan proyek kerja sama dengan Pegadaian tersebut.

Layanan investasi emas ini secara khusus disiapkan guna memfasilitasi kebutuhan nasabah dari kalangan pensiunan aparatur sipil negara (ASN), TNI, serta Polri.

Untuk saat ini, jajaran manajemen dari kedua belah instansi dilaporkan masih dalam tahap menyelesaikan penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Agenda peluncuran produk investasi baru ini pun diklaim telah resmi terdaftar di dalam dokumen Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jadi untuk Pegadaian itu kami sekarang ngerapihin MoU-nya gitu ya. Kemudian secara produk ini juga kami sudah masukin ke dokumen regulator, jadi ke OJK, di RBB kemarin sudah masuk gitu ya,” ujar Agus saat media gathering di Denpasar, Sabtu (4/7/2026).

Pada fase peluncuran awal, pihak Bank Mantap dipastikan belum akan menyediakan instrumen pembiayaan untuk program cicilan kepemilikan emas.

Perseroan bakal memfokuskan perannya terlebih dahulu sebagai penyedia referral yang menjembatani para nasabah menuju ekosistem investasi milik Pegadaian via Movin.

“Nah, memang untuk main di ekosistem emas ini kami enggak bisa langsung ke produk cicil emas yang sifatnya pemberian pinjaman, tapi kami masih ke referral dulu untuk yang pertama. Jadi nanti akan muncul di Movin kami gitu ya, nasabah kami nanti bisa langsung connect ke Pegadaian sebagai ekosistem investasi emas dalam bentuk tabungan gitu ya,” paparnya.

Melalui ketersediaan layanan tersebut, kelompok nasabah sudah bisa menyisihkan modal investasi emas dalam wujud tabungan bersaldo minimal Rp100.000.

Agus menilai skema pendanaan ini sangat ideal bagi kalangan pensiunan yang belum tentu mengantongi likuiditas dana besar untuk membeli komoditas emas secara tunai langsung.

Warga juga diberikan akses mengecek pergerakan nilai tukar emas setiap hari secara berkala sehingga akurasi portofolionya terpantau secara langsung.

“Jadi gram-nya itu kami bisa tentukan. Artinya gini, nasabah punya uang Rp 100.000 itu dia bisa langsung convert ke emas. Nanti gramasinya mungkin nggak langsung 1 gram tapi 0,0 sekian gram. Dan mereka bisa cek day by day pergerakan harga emas dan penurunan atau peningkatan harga emasnya,” pungkas dia.

Agus memasang target optimis bahwa fitur referral tabungan logam mulia ini siap mengudara secara resmi pada kuartal IV 2026.

Sekarang, Bank Mantap masih berkonsentrasi merampungkan instalasi sistem teknologi serta sinkronisasi host to host dengan Pegadaian demi kelancaran operasional.

Pasca-skema tahap awal ini berjalan stabil, korporasi berkomitmen melanjutkan cetak biru bisnis dengan merilis produk cicilan emas pada tahun 2027.

Lewat program lanjutan tersebut, nasabah bisa mengantongi fasilitas pembiayaan khusus guna memiliki aset emas batangan secara bertahap lewat akumulasi konversi cicilan.

Agus memproyeksikan lini investasi emas masih sangat menjanjikan berkat tren grafik kenaikan nilainya yang tergolong tinggi dalam kurun beberapa tahun ke belakang.

Bank Mantap pun membidik target jangka panjang untuk bertransformasi penuh menjadi Bullion Bank terpercaya pada rentang tahun 2028.

Aspek pemenuhan target besar itu pun dipastikan telah terintegrasi di dalam dokumen peta jalan atau roadmap strategis masa depan perseroan.

Guna memperoleh legalitas izin operasional sebagai Bullion Bank, ketentuan mutlak yang wajib dipenuhi korporasi adalah mengantongi modal inti paling sedikit Rp14 triliun.

“Nah tahun depan kami baru mulai cicil emas gitu ya. Tahun depannya lagi tahun 2028 Bank Mantap harusnya sudah bisa jadi Bullion Bank. Karena Bullion Bank itu kan syarat minimum modalnya adalah Rp 14 triliun. Jadi sebenarnya roadmap kami sudah masuk di tahun 2028 Bank Mantap harusnya sudah bisa punya emas sendiri, sudah punya saving emasnya sendiri gitu,” lanjutnya.

Terkini