Rencana Produksi iPhone Terbaru Apple dan Upaya Amankan Chip Memori

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:41:31 WIB
Ilustrasi iPhone lipat.

JAKARTA - Apple mempunyai rencana besar untuk meluncurkan sedikitnya lima model iPhone baru di antara paruh kedua tahun 2026 sampai awal 2027 mendatang.

Langkah strategis ini dibarengi dengan peningkatan target volume produksi untuk perangkat ponsel pintar layar lipat guna memperluas pangsa pasar global.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah kondisi ketatnya pasokan komponen elektronik di seluruh lini industri.

Berdasarkan laporan dari Nikkei Asia, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut telah menginstruksikan para mitra pemasok untuk memacu kapasitas produksi.

Perusahaan dikabarkan meminta pemasok bersiap memproduksi sekitar 10 juta unit iPhone lipat pada tahun 2026 ini untuk memenuhi permintaan konsumen.

Dikutip dari CNBC, angka tersebut mencatatkan kenaikan signifikan dari proyeksi awal yang sebelumnya hanya berada di kisaran 7 hingga 8 juta unit saja.

Menjelang perilisan perangkat lipat perdana tersebut, Apple telah mengamankan suplai komponen untuk sekitar 80 juta smartphone baru bagi paruh kedua 2026.

Total produksi smartphone Apple sepanjang tahun 2026 diprediksi kuat akan menembus angka lebih dari 220 juta unit secara keseluruhan.

Skala bisnis serta daya beli perusahaan dalam pengadaan komponen memori tetap jauh lebih perkasa dibandingkan sebagian besar kompetitornya di pasaran.

Posisi tawar ini tetap terjaga dengan baik, kendati industri teknologi saat ini tengah dilanda krisis kekurangan komponen akibat ledakan tren kecerdasan buatan.

Upaya Apple dalam mengamankan pasokan komponen ini terjadi saat kelangkaan memori global mendorong kenaikan biaya produksi di seluruh sektor industri.

Pihak Apple pun tidak kebal terhadap eskalasi harga, di mana banderol produk andalan mereka seperti lini MacBook serta iPad dilaporkan naik cukup drastis.

Lebih lanjut, Bloomberg melaporkan bahwa Apple tengah menjalani pembicaraan intensif untuk memesan chip memori dari produsen lokal asal negara China.

Perusahaan yang dimaksud adalah ChangXin Memory Technologies dan Yangtze Memory Technologies untuk memenuhi suplai perangkat yang dijual di sana.

Kedua entitas bisnis tersebut sebenarnya masuk ke dalam daftar pengawasan Pentagon atas dugaan dukungan terhadap sektor militer pemerintahan Beijing.

Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan konfirmasi resmi mengenai diskusi tersebut dan negosiasi kabarnya masih terus berlangsung di lapangan.

Terkini