Kenaikan Tarif TransJakarta Rp5.000 Berpotensi Hemat Subsidi Pemprov

Senin, 06 Juli 2026 | 21:06:32 WIB
DPRD DKI: Tarif TransJakarta Rp5.000 Hemat Subsidi Rp500 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menyampaikan, usulan kenaikan ongkos TransJakarta menjadi Rp5.000 berpeluang memangkas subsidi pemerintah hingga Rp400 miliar sampai Rp500 billion per tahun. Menurut Nova, estimasi tersebut berpijak pada total pengguna TransJakarta yang menyentuh kisaran 1,4 juta penumpang saban harinya.

"Hitung-hitungan kami, kalau misalnya 1,4 juta pelanggan per hari, kurang lebih bisa menghemat sekitar Rp400 sampai Rp500 miliar,” kata Nova, Senin (6/7/2026).

Ia mengutarakan, dana yang dapat dipangkas tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk bermacam program lain, termasuk pemeliharaan dan perluasan transportasi publik di Jakarta.

 Berkurangnya tanggungan subsidi bakal memberikan ruang bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mendistribusikan anggaran ke program-program prioritas lainnya.

"Ya, artinya kalau Rp400 sampai Rp500 miliar itu kan bebannya berkurang. Pasti banyak program yang bisa dialokasikan, misalnya untuk pengembangan transportasi di wilayah Jakarta,” lanjut dia.

Meski demikian, Nova memastikan penyesuaian tarif tersebut belum diketuk. Menurut dia, pihak eksekutif masih wajib merampungkan riset yang lebih mendalam serta menyerap masukan dari khalayak sebelum meresmikan kebijakan.

"Kalau itu kan kemarin memang pas rapat kerja kan ada pembahasan juga ya masalah tarifnya di Komisi B. Saya lebih melihat, artinya memang dari kurang lebih 2005 kan tidak ada kenaikan. Sekarang beban PSO kami juga semakin tinggi, ditambah lagi dana transfer daerah ini memang dikurangi,” katanya.

Ia menyebut alokasi subsidi atau Public Service Obligation (PSO) bagi operasional TransJakarta saat ini menyentuh kisaran Rp4 triliun per tahunnya. Oleh sebab itu, peninjauan tarif dirasa krusial agar tanggungan pos anggaran pemerintah tidak terus melambung.

"Tetapi memang yang kami kehendaki itu dibuatkan dulu kajian-kajian lebih mendalam dan juga ada forum FGD untuk mendengar dari pihak masyarakat juga, pengguna TransJakarta seperti itu,” tutur Nova.

Di lain pihak, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menyodorkan usulan agar tarif TransJakarta dinaikkan menjadi Rp5.000. Merespons usulan tersebut, Nova memandang nominal Rp5.000 masih masuk dalam kategori rasional menimbang ongkos TransJakarta sama sekali belum pernah naik semenjak tahun 2005.

"Saya rasa kalau Rp5.000 masih wajar ya. Karena memang masih batas kewajaran. Dari 2005 juga tidak ada kenaikan,” kata dia.

Namun, ia menggarisbawahi jika eskalasi tarif wajib diiringi oleh pembenahan kualitas pelayanan. Menurutnya, aspek keselamatan melalui mekanisme fit to work bagi para pramudi wajib menjadi fokus utama. 

Di samping itu, manajemen jarak kedatangan bus (headway), proteksi penumpang, hingga pengawasan via CCTV pun mesti dioptimalkan.

"Konsep-konsep seperti itu, masalah kualitas pelayanan, fit to work, itu yang memang nantinya harus dikedepankan ketika mengalami kenaikan tarif,” katanya.

Ia mengimbuhkan, warga yang mengeluarkan ongkos lebih tinggi sepantasnya memperoleh akomodasi yang lebih aman serta nyaman.

"Iya dong. Kalau bisa saya rasa seperti itulah. Itu yang memberikan kenyamanan bagi pengguna. Penggunanya kan sudah 1,4 juta, bukan hal yang sedikit,” tutur Nova.

Terkini