JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tengah bersiap untuk mengoperasikan kembali fasilitas produksi biodiesel miliknya yang terletak di Rengat, Riau. Proyek reaktivasi infrastruktur energi ini ditargetkan mampu mencatatkan produksi secara penuh pada akhir tahun 2027.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menerangkan bahwa agenda strategis ini menjadi bagian dari penugasan resmi pemerintah guna menyokong program swasembada pangan serta kedaulatan energi nasional.
“Kami akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, sebesar 600.000 ton. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi karena ini sebenarnya hanya reaktivasi saja," ujar Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Ghani mengimbuhkan bahwa pihak internal perseroan telah menuntaskan kajian studi kelayakan (feasibility study/FS) demi memuluskan jalannya proyek tersebut. Saat ini, jajaran manajemen tinggal mematangkan persiapan untuk menggulirkan proses tender perbaikan fasilitas pabrik yang telah lama mangkrak.
“Tinggal mau saya tenderkan sebentar lagi. Itu perbaikan saja karena sudah rusak. Kapasitasnya 600.000 ton, biayanya murah tidak sampai Rp300 miliar,” ujarnya.
Di samping fokus pada komoditas biodiesel, Agrinas juga menyusun rencana besar untuk mendirikan pabrik pengolahan produk bioetanol dengan memanfaatkan bahan baku singkong. Fasilitas hilirisasi komoditas baru tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi menyentuh 185.000 ton dan ditargetkan selesai pada masa mendatang.
Peta jalan hilirisasi sektor energi hijau ini bergulir secara selaras dengan adanya mandat baru yang diterima oleh pihak perseroan dari Kementerian Pertanian. Agrinas Palma mendapatkan mandat untuk memperluas kawasan lahan pertanian dalam skala masif di luar area pengelolaan kebun sawit.
Penugasan dari Kementan tersebut mencakup agenda perluasan lahan perkebunan sawit seluas 400.000 hektare, penanaman komoditas kedelai seluas 400.000 hektare, tanaman jagung seluas 250.000 hektare, serta penyediaan 300.000 hektare lahan singkong yang ke depannya diplot sebagai pemasok bahan baku utama pabrik bioetanol.
Langkah ekspansi gurita bisnis ke dalam sektor energi ramah lingkungan serta ketahanan pangan ini diproyeksikan mampu mendongkrak capaian kinerja keuangan perseroan secara signifikan. Pada periode tahun buku 2025, Agrinas Palma dilaporkan baru mengantongi perolehan laba bersih senilai Rp2,7 miliar.