Ibas Pastikan Seluruh Rumah Tangga di Pacitan Dapat Akses Listrik

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:22:01 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengawal berjalannya Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Langkah ini diambil guna menjamin semakin banyak keluarga yang mendapatkan akses penerangan listrik secara layak.

"Saya ingin memastikan tidak boleh ada lagi rumah-rumah di Pacitan yang masih gelap. Sama seperti kami tidak ingin Indonesia gelap, kami juga tidak ingin hati kami gelap," kata Edhie Baskoro Yudhoyono saat memantau pelaksanaan BPBL di Desa Gesang, Pacitan, Senin (6/7), berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ibas menjelaskan bahwa energi listrik menjadi kebutuhan mendasar yang menunjang sektor pendidikan, produktivitas, serta kesejahteraan tiap keluarga. Oleh karena itu, pemerintah wajib memastikan seluruh warga memiliki sambungan listrik yang mandiri.

Menurutnya, dampak positif dari pembangunan hanya bisa dirasakan secara nyata jika menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Atas dasar tersebut, kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, desa, serta para pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan.

"Hari ini kami masih menghadapi banyak tantangan. Karena itu saya mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan memastikan tidak ada persoalan masyarakat yang luput dari perhatian kami," ujarnya.

Ibas memberikan apresiasi terhadap Desa Gesang yang terpilih menjadi salah satu wilayah prioritas program BPBL. Tercatat ada 20 rumah tangga di desa tersebut yang telah berhasil mendapatkan sambungan listrik mandiri melalui program ini.

"Alhamdulillah, di sini mendapatkan prioritas pemasangan listrik untuk 20 rumah. Mungkin bagi sebagian orang listrik adalah hal yang biasa, tetapi bagi saudara-saudara kami yang selama ini belum memilikinya, listrik membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Ia menuturkan bahwa tersedianya aliran listrik tidak sekadar menjadi alat penerangan semata, melainkan juga membuka peluang emas bagi anak-anak untuk belajar secara optimal di malam hari, meningkatkan kenyamanan, dan menggerakkan roda ekonomi warga.

"Anak-anak dapat belajar dengan lebih baik pada malam hari. Keluarga juga bisa beraktivitas dengan lebih nyaman. Listrik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Ibas menambahkan bahwa fasilitas sambungan listrik berdaya 450 hingga 900 VA yang disalurkan kepada warga diharapkan bisa dipergunakan untuk memicu kegiatan yang produktif sekaligus menghidupkan ekonomi desa.

Di samping memperluas jaringan listrik, ia mengingatkan krusialnya menjaga ketahanan pasokan energi nasional. Hal ini diperlukan agar pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat serta sektor usaha tetap berjalan dengan prima.

"Kami tidak boleh membiarkan Indonesia mengalami kegelapan akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi. Pasokan energi harus dijaga, kebijakan harus berpihak kepada masyarakat dan dunia usaha agar aktivitas ekonomi terus berjalan dengan baik," katanya.

Pada momen tersebut, Ibas turut menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) yang sudah merealisasikan Program BPBL di wilayah Pacitan. Ia menyebutkan ada sekitar 600 rumah tangga di daerah tersebut yang memperoleh bantuan pasang listrik gratis.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Hari ini secara keseluruhan ada sekitar 600 rumah yang mendapat bantuan pemasangan listrik. Indonesia harus terang, rakyat harus terang, sehingga Indonesia semakin sejahtera dan masyarakat semakin bahagia," ujarnya.

Malik Maulana, salah seorang warga yang menerima manfaat BPBL, mengungkapkan rasa syukur karena kini rumahnya telah mempunyai aliran listrik mandiri. Sebelumnya, keluarga Malik harus menyambung aliran listrik dari rumah tetangga sekitar.

"Alhamdulillah sekarang rumah kami sudah memiliki listrik sendiri. Dulu kalau malam harus meminta bantuan aliran listrik dari tetangga. Sekarang keluarga kami bisa tinggal lebih nyaman, anak-anak juga bisa belajar dan beraktivitas dengan lebih baik. Terima kasih kepada pemerintah, PLN, dan Mas Ibas atas bantuan ini," kata Malik.

Terkini