Rekomendasi Posisi Kursi Pesawat yang Paling Aman dari Ancaman Virus

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:45:31 WIB
Ilustrasi penumpang Pesawat.

JAKARTA - Semenjak terjadinya masa pandemi, tidak sedikit masyarakat yang menjadi jauh lebih waspada terhadap potensi penularan kuman maupun paparan virus. Moda transportasi udara seperti pesawat terbang kerap memicu kecemasan tersendiri lantaran sering dianggap sebagai lokasi yang rentan terhadap sirkulasi mikroorganisme berbahaya di udara.

Beruntung, terdapat titik posisi kursi penumpang tertentu yang dinilai memiliki tingkat keamanan paling tinggi dari risiko penyebaran virus berbahaya. Posisi strategis ini tidak ditentukan secara asal melainkan telah dibuktikan lewat serangkaian pengujian ilmiah oleh para ahli.

Berdasarkan temuan dari tim periset Universitas Emory di Amerika Serikat, titik kursi di sebelah jendela serta area buritan pesawat merupakan lokasi paling ideal. Riset tahun 2018 yang dipimpin oleh Vicki Stover Hertzberg ini menguji 10 rute penerbangan dengan mengumpulkan 229 sampel selama perjalanan berlangsung.

Alasan utama area dekat jendela lebih aman adalah karena penumpang cenderung memiliki intensitas interaksi yang minim dengan orang lain di sekitarnya. Hal tersebut secara otomatis menekan potensi perpindahan patogen berbahaya secara langsung kepada penumpang tersebut.

Sementara itu, memilih tempat duduk di bagian buritan atau belakang kabin juga efektif untuk menghalau sebaran penyakit akibat percikan droplet. Studi tahun 2022 dari Universitas Illinois menegaskan bahwa area belakang lebih steril karena minimnya paparan dari aktivitas batuk atau bersin penumpang lain ke arah Anda.

Pandangan senada turut diungkapkan oleh seorang Profesor Fakultas Kesehatan di Universitas California, Bernadette Boden-Albala, mengenai efektivitas kursi jendela tersebut.

"Dalam kebanyakan kasus, tempat duduk ideal di pesawat untuk mengurangi risiko flu dan pilek adalah kursi dekat jendela karena letaknya lebih jauh dari area ramai seperti lorong dan kamar mandi," kata Boden-Albala, seperti dilansir Reader's Digest.

Dirinya menambahkan bahwa armada pesawat terbang modern saat ini umumnya telah dibekali perangkat filter udara dengan efisiensi yang sangat tinggi. Sistem penyaringan mutakhir ini diklaim mampu menyaring pasokan udara di kabin secara berkala sehingga jumlah partikel berbahaya bisa ditekan.

Meski demikian, potensi kontaminasi patogen akan tetap mengintai para penumpang meskipun telah memilih area buritan kabin maupun di dekat jendela. Langkah krusial yang wajib diingat oleh setiap orang adalah dengan tidak menempelkan bagian kepala secara langsung pada permukaan dinding kaca jendela pesawat.

Bagian jendela justru rentan menjadi sarang kotoran berbahaya karena kerap didapati adanya sebaran bakteri berjenis Staphylococcus aureus. Faktor interaksi dengan sesama penumpang yang sedang dalam kondisi kurang sehat juga tetap berisiko menularkan penyakit kepada diri Anda.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu pun sudut di dalam kabin penerbangan yang benar-benar steril secara total dari kuman. Namun, setidaknya Anda disarankan untuk menjauhi area kursi penumpang yang posisinya berdekatan langsung dengan fasilitas toilet umum.

"Duduk di tempat duduk dekat kamar mandi, tempat orang-orang mengantre, hanya akan meningkatkan paparan Anda terhadap potensi virus," kata Boden-Albala.

Terkini