JAKARTA - Ketenaran dari model arsitektur bangunan bergaya midcentury modern yang menonjolkan sisi simpel serta fungsionalitas tinggi dilaporkan memang belum sepenuhnya surut.
Akan tetapi, belakangan ini para perancang interior bersama arsitek dunia mulai mendeteksi adanya sebuah pergeseran tren selera dari kelompok konsumen.
Mengutip dari House Beautiful, masyarakat pada masa sekarang tampaknya mulai merindukan atmosfer tempat tinggal yang terasa jauh lebih hangat.
Selain itu, publik juga mendambakan hunian yang dibekali oleh karakter kuat serta menyajikan detail pengerjaan tangan (craftsmanship) yang bernilai seni tinggi.
Satu di antara konsep yang kini bersiap untuk kembali naik daun ialah gaya arsitektur klasik, termasuk di dalamnya aliran Arts and Crafts yang sempat populer pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Berbeda drastis dengan mazhab modern yang sangat mendewakan sistem produksi massal pabrikan, gaya arsitektur klasik justru merayakan proses perancangan desain yang lambat, personal, dan mendalam.
Lantas, apa saja komponen kunci yang menjadikan estetika arsitektur klasik ini terlihat begitu menawan sekaligus relevan diaplikasikan pada rumah modern saat ini?
Berdasarkan ulasan Country Living, poin utama yang menonjol dari kembalinya tren klasik ini ialah penerapan prinsip honest function atau fungsi yang jujur pada bangunan.
Hal tersebut memiliki arti bahwa setiap elemen arsitektur dibuat bukan sebatas ornamen tempelan pajangan semata, melainkan memiliki fungsi riil yang menyatu utuh dengan estetika ruangan.
Poin berikutnya berkaitan dengan konsep untuk kembali mendekatkan diri pada unsur alam bebas di dalam lingkungan tempat tinggal.
Bahan baku kayu dengan tonasi warna yang hangat pada masa sekarang kembali marak dicari untuk mengisi bagian langit-langit berbalok (coffered ceilings) maupun komponen struktural lainnya.
Pemanfaatan kayu bermutu tinggi mampu menghadirkan kesan bangunan yang kokoh, sekaligus menciptakan atmosfer ruang yang intim dan menenangkan bagi penghuni.
Nuansa damai tersebut dinilai kerap kali absen di dalam bangunan rumah berkonsep minimalis ekstrem yang cenderung menampilkan kesan kaku.
Di samping kayu, sentuhan kaca patri (stained glass) berhiaskan aneka warna pada area pintu utama kini kembali disukai guna memproduksi efek pencahayaan alami yang dramatis.
Penerapan unsur seni masa lalu ke dalam era modern bukan berarti menduplikasi wujud fisik bangunan sejarah secara kaku tanpa perubahan.
Para perancang dekorasi masa kini lebih memilih untuk menginterpretasikan kembali elemen-elemen terbaik dari masa lalu guna diselaraskan dengan kebutuhan hidup abad ke-21.
Geliat tren adaptasi arsitektur abadi ini dilaporkan sudah mulai menangkap pangsa pasar properti di dalam negeri.
Kelompok konsumen properti saat ini tidak semata berburu aspek fungsi ruangan, melainkan juga mencari keindahan visual eksterior yang bernilai prestise jangka panjang.
Guna menjawab pergeseran kebutuhan pasar tersebut, beberapa pengembang properti mulai menerapkan gaya desain arsitektur yang tidak lekang oleh waktu ini.
Satu di antaranya ialah Paramount Petals yang memperkenalkan produk properti bernama Mimosa dengan mengusung konsep American Classic.
Direktur Planning & Design Paramount Land, Henry Napitupulu menuturkan kehadiran desain klasik modern ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan hunian masa kini yang nyaman sekaligus bernilai tinggi.
"Mengusung konsep premium within reach, kami menghadirkan desain premium yang dapat dinikmati semua kalangan," ujar Henry.
Ia mengimbuhkan bahwa proses adaptasi gaya klasik tersebut diaplikasikan melalui detail bentuk atap mansard berbahan bitumen yang berkesan mewah.
Penerapan jendela berukuran besar untuk mendukung sirkulasi udara yang optimal, hingga aplikasi detail profil architrave yang menawan pada pintu masuk turut dihadirkan.
Agar tetap fungsional bagi kebutuhan keluarga modern, sistem penataan tata ruang di bagian dalam mengadopsi konsep open plan yang terasa lapang serta fleksibel.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa estetika klasik yang disandingkan dengan tata ruang modern yang efisien mampu menghadirkan kawasan hunian yang adaptif dan berkelanjutan.
Apalagi jika proyek properti tersebut ditopang oleh kesiapan infrastruktur kawasan yang matang seperti tersedianya akses tol langsung di area perumaha