Pahami Penyebab Sering Lapar Mata dan Cara Tepat Mengendalikannya

Jumat, 10 Juli 2026 | 23:27:01 WIB
Ilustrasi Sering Lapar.

JAKARTA - Pernahkah Anda merasa baru saja menyelesaikan aktivitas makan, namun mendadak berhasrat melahap camilan usai menyaksikan tayangan kuliner di TikTok atau menghirup keharuman roti yang baru selesai dipanggang?

Gejala yang jamak dijuluki sebagai lapar mata ini sejatinya tidak mengindikasikan bahwa kondisi fisik Anda tengah benar-benar kehabisan pasokan energi.

Pada mayoritas kasus, timbulnya keinginan kuat untuk mengunyah kudapan justru distimulasi oleh metode kerja otak kala mereaksi sensasi kesenangan, adat kebiasaan, hingga faktor stimulan dari area sekitar.

Ahli gizi terdaftar Joy Bauer mengatakan, manusia memiliki dua sistem yang berjalan bersamaan. Satu adalah sistem yang memberi sinyal kebutuhan biologis manusia akan makanan. Dua adalah sistem hedonis yang seringkali membuat sistem yang memberi sinyal kenyang jadi tenggelam.

"Sistem hedonis kami berkaitan dengan kesenangan, penghargaan, dan isyarat makanan. Di dunia di mana makanan yang menggoda ada di mana-mana, sistem penghargaan itu bisa menjadi sangat dominan," ujar Bauer menyadur Today, Kamis (9/7/2026).

Lantaran kedatangan hasrat mengunyah yang semu ini dipicu oleh proyeksi pikiran dan bukan dari alarm lambung yang riil kelaparan, Anda diwajibkan untuk melatih kesabaran.

Usahakan menahan diri sejenak sebelum jemari Anda bergerak cepat mengambil aneka makanan ringan yang tersaji di sekitar Anda.

"Alih-alih menuruti godaan itu, beri diri waktu lima atau sepuluh menit sebelum kamu mengambil sesuatu, karena hasrat cenderung naik seperti gelombang dan kemudian mereda dengan sendirinya," tutur Bauer.

Manfaatkan jeda waktu yang singkat tersebut guna mendeteksi bentuk pergolakan emosi apa yang sejatinya tengah menstimulasi dorongan untuk makan tersebut.

Duduklah secara rileks dan cermati apakah Anda sebenarnya cuma berada dalam kondisi letih, jenuh, tertekan, merasa terprovokasi oleh suatu keadaan, atau justru faktor lainnya.

Beberapa variasi hidangan kuliner tertentu memang memiliki kemampuan merangsang organ otak untuk memproduksi sekaligus melepaskan senyawa hormon dopamin.

Kelompok santapan ini umumnya dikategorikan sebagai produk pangan ultra-proses yang dikemas melimpah akan kandungan zat gula, lemak, serta natrium.

Lantaran jenis santapan ini sukses menyuguhkan sensasi yang melegakan dan memanjakan lidah, manusia akhirnya kerap menjadikannya media pelarian kala dirundung duka, kesepian, atau saat suasana hati sedang kacau.

Bila habit merespons emosi buruk ini terus dibiarkan tanpa kendali, besar potensi pola tersebut akan tereplikasi berulang-ulang, yang berujung pada timbulnya problem kesehatan fatal.

Sebaliknya, andai Anda tidak serta-merta tunduk pada godaan nafsu tersebut, dorongan kuat untuk mengunyah makanan lambat laun akan mengikis dan berlalu dengan sendirinya.

Anda pun bakal mengantongi ruang personal yang cukup guna melatih ketahanan kontrol diri terhadap ragam menu konsumsi yang hendak Anda pilih.

Lambat laun manusia akan menjadi lebih piawai membedakan apakah kondisi perutnya sungguh-sungguh didera lapar biologis, serta apakah opsi menu yang dipilih benar-benar bernutrisi bagi tubuh.

Meski demikian, bukan berarti menjadi sebuah dosa jika sesekali Anda tetap mengonsumsi kudapan manis atau sebungkus keripik gurih sekadar sebagai sarana relaksasi diri.

"Tujuan penerapan trik ini bukanlah untuk berhenti memiliki hasrat. Tujuannya adalah menjadi lebih baik dalam menavigasi hasrat tersebut," jelas Bauer.

Sesaat setelah Anda sukses mendeteksi jenis emosi utama yang melatarbelakangi rasa lapar semu tersebut, segeralah mengambil tindakan untuk menuntaskan akar masalahnya.

Sebagai ilustrasi, boleh jadi yang sesungguhnya diperlukan oleh fisik ialah istirahat tidur siang, urgensi memangkas tensi stres beban kerja, atau sekadar mengalihkan kejenuhan pada aktivitas lain yang memicu daya pikir.

Selanjutnya, kombinasikan taktik psikologis penjinak emosi ini dengan habit mengonsumsi aneka pilihan menu kaya gizi sepanjang hari, utamanya yang padat unsur protein serta serat.

"Itulah kombinasi yang membuat kenyang, menstabilkan nafsu makan, dan menenangkan hasrat ngemil sebelum hal itu sempat mengambil alih," ujar Bauer.

Bila Anda masih merasa bimbang dalam menentukan langkah awal penyusunan variasi menu harian, memadukan rupa-rupa opsi pangan segar sangat dianjurkan untuk dicoba.

"Greek Yogurt dengan buah beri dan kacang-kacangan, serta sayuran renyah, bahkan anggur beku atau apel yang banyak airnya, bisa menjadi solusi," imbuh dia.

Supaya tidak ceroboh mengambil sembarang kudapan instan kala godaan mengunyah datang mendadak, kondisikan diri Anda untuk selalu mengantisipasinya lewat persiapan yang matang di area tempat tinggal.

Langkah konkret yang bisa direalisasikan ialah dengan konsisten menyediakan stok logistik berupa makanan sehat atau jenis minuman yang rendah kadar gulanya.

Terkini