Putus Setelah Belasan Tahun Pacaran? Ini Cara Sehat Move On

Putus Setelah Belasan Tahun Pacaran? Ini Cara Sehat Move On
Anggota Girls' Generation sekaligus aktris Choi Sooyoung.

JAKARTA - Kabar berakhirnya hubungan asmara selama 14 tahun antara anggota Girls' Generation sekaligus aktris Choi Sooyoung dan aktor Jung Kyung Ho mengejutkan banyak penggemar.

Selama ini, keduanya dikenal menjalani hubungan yang harmonis dan saling memberikan dukungan secara terbuka sejak hubungan mereka diumumkan pada 2014, meski diketahui telah menjalin asmara sejak 2012.

Bagi siapa pun yang baru mengakhiri hubungan jangka panjang, proses untuk bangkit dan melanjutkan hidup tentu tidak mudah. Namun, ada sejumlah langkah yang dapat membantu proses move on berjalan lebih sehat.

Berikut beberapa tips move on dari hubungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

1. Putuskan komunikasi

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menghentikan komunikasi dengan mantan pasangan.

Menjaga jarak akan sulit jika masih sering bertukar pesan atau memantau aktivitas mantan di media sosial. Karena itu, mengurangi atau menghentikan kontak dapat membantu proses pemulihan emosi.

Terapis psikoseksual dan konselor pasangan, Cate Mackenzie, menyarankan untuk mencoba menjalani setidaknya 30 hari tanpa menghubungi mantan, lalu memperpanjangnya jika memungkinkan.

Pakar hubungan Annabelle Knight juga mengingatkan agar tidak sengaja mencari kesempatan untuk bertemu mantan.

2. Lakukan ritual closure

Proses closure dapat membantu seseorang menerima berakhirnya hubungan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menulis surat kepada mantan tanpa perlu mengirimkannya. Surat tersebut bisa berisi ungkapan perasaan maupun rasa terima kasih atas pengalaman yang pernah dilalui bersama.

Membacanya kembali untuk diri sendiri lalu menyimpannya atau merobeknya dapat menjadi simbol pelepasan emosional.

3. Singkirkan barang-barang yang mengingatkan pada mantan

Barang peninggalan mantan sering kali memicu kenangan dan emosi yang membuat proses move on semakin berat.

Karena itu, simpan atau jauhkan berbagai barang yang berkaitan dengan mantan, mulai dari hadiah, surat, foto, hingga pakaian.

Menurut konselor hubungan Nia Williams, foto atau kenangan digital sebaiknya diarsipkan dalam folder terpisah agar tidak terus terlihat setiap hari.

4. Batasi waktu untuk mengenang mantan

Memikirkan mantan setelah putus adalah hal yang wajar. Namun, jangan biarkan pikiran tersebut menguasai seluruh hari.

Memberikan waktu khusus untuk memproses emosi dapat membantu mengelola perasaan tanpa terjebak dalam kenangan secara berlebihan.

Pelatih hubungan Lily Walford menyarankan untuk menyediakan waktu tertentu setiap hari guna memproses emosi terkait hubungan yang telah berakhir.

5. Menulis jurnal harian

Menuliskan pikiran dan perasaan dapat menjadi sarana yang sehat untuk menyalurkan emosi.

Selain membantu memahami perasaan yang muncul, jurnal juga dapat membantu seseorang melihat perkembangan proses pemulihan dari waktu ke waktu.

Konselor Peter Saddington menilai menulis jurnal dapat membantu menata pikiran, memproses emosi, dan menerima kenyataan bahwa hubungan telah berakhir.

Ia juga menyarankan untuk mencatat hal-hal yang masih bisa disyukuri agar kesehatan mental tetap terjaga.

6. Bayangkan masa depan

Membayangkan kehidupan yang bahagia tanpa mantan dapat membantu seseorang lebih fokus pada masa depan.

Mulailah membuat rencana baru, seperti liburan, hobi, atau aktivitas yang ingin dilakukan sendiri.

Mackenzie menyarankan untuk menuliskan berbagai hal yang disukai, mulai dari aktivitas, makanan, musik, hingga pengalaman yang ingin dicoba.

7. Kembali membuka diri untuk berkencan

Tidak perlu terburu-buru mencari pasangan baru setelah putus.

Namun ketika sudah merasa siap, membuka diri terhadap hubungan baru bisa menjadi langkah positif untuk melanjutkan hidup.

Sebelum mulai berkencan lagi, cobalah membuat daftar sifat yang tidak diinginkan dari pasangan berikutnya. Cara ini dapat membantu memahami bahwa hubungan yang berakhir mungkin memang bukan yang terbaik.

8. Jangan menyalahkan diri sendiri

Jika hubungan berakhir karena perselingkuhan, perbedaan prinsip, atau hilangnya perasaan, hindari terus-menerus menyalahkan diri sendiri.

Kesedihan setelah putus adalah hal yang normal. Namun penting untuk menerima bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan dan terkadang perpisahan merupakan keputusan terbaik bagi kedua pihak.

9. Lepaskan rasa marah

Perpisahan sering memunculkan amarah, kecewa, dan frustrasi. Meski wajar, mempertahankan emosi tersebut terlalu lama justru dapat menghambat proses pemulihan.

Williams menekankan bahwa kemarahan yang terus dipelihara hanya akan membuat seseorang tetap terjebak pada masa lalu.

Menyalurkan emosi melalui tulisan, meditasi, atau aktivitas positif lainnya dapat membantu proses melepaskan amarah secara lebih sehat.

Pada akhirnya, tidak ada batas waktu pasti untuk move on dari seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup. Yang terpenting adalah memberi waktu bagi diri sendiri untuk pulih dan tetap fokus membangun kehidupan yang lebih baik ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index