JMA Syariah: Spin Off UUS Bikin Persaingan Industri Makin Ketat

JMA Syariah: Spin Off UUS Bikin Persaingan Industri Makin Ketat
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah.

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah memprediksi bahwa gelombang pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) oleh berbagai perusahaan asuransi akan membuat persaingan bisnis di industri semakin kompetitif. 

Meski demikian, Direktur Utama JMA Syariah, Basuki Agus, menyatakan bahwa fenomena ini tidak akan berdampak signifikan terhadap bisnis perseroan karena pemain-pemain tersebut sejatinya sudah berkompetisi di pasar sebelumnya.

"Sebab, mereka yang menjadi perusahaan baru saat ini juga sudah terlibat dalam persaingan bisnis," ujarnya kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).

Menurut Basuki, langkah spin off dengan mendirikan perusahaan baru banyak dipilih oleh pelaku industri karena masih besarnya pangsa pasar syariah di Indonesia serta kebutuhan akan otoritas yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan strategis.

Menghadapi dinamika industri tersebut, JMA Syariah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pangsa pasarnya, yakni dengan memperkuat akselerasi pasar melalui pengembangan produk asuransi jiwa individu dan asuransi kumpulan. 

Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, JMA Syariah mencatatkan total aset sebesar Rp404,89 miliar dengan total kontribusi mencapai Rp109,15 miliar dan laba setelah pajak sebesar Rp3,35 miliar.

Sebagai informasi, kewajiban spin off UUS bagi industri asuransi diatur dalam Pasal 9 POJK Nomor 11 Tahun 2023, dengan tenggat waktu pelaksanaan paling lambat akhir tahun 2026. 

Data OJK per 22 Mei 2026 menunjukkan bahwa 41 perusahaan telah menyampaikan perubahan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS). 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 perusahaan berencana melakukan spin off dengan mendirikan perusahaan baru, sementara 15 perusahaan lainnya memilih untuk mengalihkan portofolio kepada perusahaan asuransi syariah yang sudah ada.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index