Harga BBM Industri Naik, Tarif Kapal Wisata TN Komodo Resmi Melonjak

Harga BBM Industri Naik, Tarif Kapal Wisata TN Komodo Resmi Melonjak
Kapal wisata di TN Komodo.

JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) berdampak langsung pada biaya transportasi wisata di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Sejak Rabu (10/6/2026), harga Pertamax kategori industri mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Hal ini memaksa para pelaku usaha wisata di kawasan tersebut melakukan penyesuaian tarif layanan.

Rusdi Baba Deon, pemilik speedboat Lembayung 01 dan Together, adalah salah satu pelaku usaha yang mengumumkan kenaikan harga mulai Kamis (11/6).

"Untuk speedboat Lembayung 01, harga sebelumnya Rp8,5 juta per hari untuk rute enam destinasi: TN Komodo, Bukit Padar, Pantai Panjang/Pantai Merah Muda, Taka Makassar, Manta Point, hingga Pulau Kanawa. Kini tarifnya menjadi Rp9 juta dengan rute dan fasilitas yang sama," ujar Rusdi, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa besaran kenaikan tarif didasarkan pada kapasitas kapal dan kebutuhan bahan bakar. Kapal Lembayung 01 dengan kapasitas maksimal 18 orang menghabiskan sekitar 300 liter Pertamax setiap harinya. 

Sementara itu, kapal Together yang berkapasitas hingga 35 orang membutuhkan konsumsi bahan bakar sebanyak 575 liter per hari.

Di luar faktor BBM, lonjakan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, sayuran, dan buah-buahan yang disiapkan sebagai konsumsi wisatawan juga menjadi pertimbangan utama kenaikan harga ini.

"Kami sebenarnya tidak ingin menaikkan harga, namun tidak ada pilihan lain. Regulasi mewajibkan kapal wisata menggunakan BBM jenis industri/Pertamax, tidak diperbolehkan memakai Pertalite bersubsidi. Jika bisa menggunakan Pertalite, dampaknya tidak akan seberat ini," tambah Rusdi.

Tarif baru tersebut sudah mencakup fasilitas makan siang, camilan, minuman, serta peralatan snorkeling. Namun, harga tersebut belum termasuk biaya antar-jemput, tiket masuk kawasan wisata, maupun jasa dokumentasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index