JAKARTA - Desainer Stella Rissa menghadirkan cara baru menikmati karya mode melalui pameran bertajuk Freedom yang digelar di Dgallerie, Barito, Jakarta Selatan, pada 6-7 Juni 2026 lalu.
Pameran ini menjadi ruang eksplorasi yang mengajak pengunjung melihat fesyen bukan sekadar hasil akhir, melainkan sebagai proses kreatif yang hidup dan personal.
Meski seluruh instalasi didominasi warna putih, pameran ini tidak berfokus pada koleksi pernikahan. Stella menampilkan delapan instalasi gaun putih sebagai simbol kanvas kosong—sebuah medium untuk mengekspresikan kebebasan tanpa batas.
"Freedom itu you know what you're doing but you gotta do it free," ungkap Stella mengenai filosofi pamerannya. Baginya, kebebasan adalah keberanian untuk mengeksekusi visi secara jujur tanpa terpengaruh ekspektasi. Dengan menghilangkan distraksi warna, pengunjung diajak fokus pada detail, tekstur, dan craftsmanship karya Stella. Pengunjung bahkan diperbolehkan menyentuh gaun-gaun tersebut agar bisa merasakan material dan teknik yang digunakan.
"End product is one thing, but process is something beautiful yang perlu di-highlight. Ketika orang tahu prosesnya, mereka akan lebih mengapresiasi," jelas jebolan LaSalle College Jakarta ini.
Salah satu daya tarik utama adalah ruang khusus yang menampilkan video aktris Asmara Abigail menari bebas mengenakan gaun putih rancangan Stella. Gaun tersebut sejatinya dirancang untuk dikenakan di Cannes Film Festival 2026, namun batal dipakai karena aturan dress code. Dalam pameran ini, gaun tersebut mendapatkan ruang ekspresi baru melalui gerakan spontan Asmara selama dua jam.
Bagi Stella, pameran ini merupakan pengalaman baru dalam kariernya. Ia mengakui bahwa proses belajar di dunia fesyen tidak pernah berhenti, dan ia masih merasa perlu terus mendalami karyanya.
Melalui Freedom, Stella Rissa tidak hanya memamerkan hasil akhir, tetapi juga membuka ruang dialog tentang proses, ketidaksempurnaan, dan keberanian untuk terus berkembang di industri mode.