Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Akan Naik

Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Akan Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah menguatnya harga energi global. 

Dengan keputusan ini, harga Pertalite tetap di level Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap di harga Rp6.800 per liter.

Bahlil menyatakan bahwa kebijakan untuk menahan harga BBM subsidi, termasuk elpiji subsidi, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Saya pikir itu untuk BBM subsidi dan elpiji subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan," ujar Bahlil dalam Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax yang naik menjadi Rp16.250 per liter dari Rp12.300 per liter, serta Pertamax Green yang naik menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter, efektif per 10 Juni 2026.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa pemerintah sengaja menahan harga BBM subsidi demi menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan yang paling terdampak oleh dinamika ekonomi.

"BBM subsidi dijaga untuk tidak naik. Pertalite tidak akan naik, Biosolar atau solar subsidi juga tidak akan naik, karena ini yang akan berpengaruh sangat besar," kata Anggia. Ia menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo bertujuan agar masyarakat miskin tetap terlindungi dari gejolak harga energi dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index