JAKARTA – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dinilai memiliki prospek bisnis yang menjanjikan berkat dukungan kontrak jasa pertambangan jangka panjang dengan sejumlah perusahaan tambang besar.
Model bisnis ini memberikan visibilitas pendapatan yang terukur bagi perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.
Analis pasar modal dari Daksanaya Manajemen, Pardomuan Sihombing, menjelaskan bahwa keterikatan MINE dengan perusahaan tambang yang memiliki cadangan besar dan umur tambang panjang memberikan kepastian operasional.
"Karakteristik kontrak jasa pertambangan yang berlangsung dalam periode multi-tahun memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik," ujar Pardomuan, Kamis (11/6/2026).
Di sisi lain, Direktur Operasional MINE, Ade Irawan, menegaskan bahwa perusahaan terus memprioritaskan disiplin operasional, termasuk aspek keselamatan kerja, untuk mempertahankan kepercayaan klien.
Keunggulan operasional ini menjadi modal bagi MINE untuk mengejar peluang diversifikasi di luar komoditas nikel. Diversifikasi ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan ke depan.
Dari sisi kinerja keuangan, MINE mencatatkan pendapatan sebesar Rp676,19 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun laba komprehensif mencapai Rp61,63 miliar, dengan segmen jasa penambangan tetap menjadi kontributor utama yang menyumbang 89,9% dari total pendapatan perusahaan.
Pardomuan menambahkan bahwa di tengah volatilitas pasar, investor kini kembali melirik emiten dengan fundamental kuat dan prospek bisnis yang jelas seperti MINE.