JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyatakan bahwa fluktuasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak memberikan dampak material yang signifikan bagi operasional perusahaan.
Meski pelemahan kurs seringkali memicu kenaikan biaya produksi, emiten properti ini mengaku memiliki strategi mitigasi yang efektif.
Direktur CBDK, Linda Kusumo, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengantisipasi risiko kenaikan harga bahan baku dengan cara mengunci kontrak harga bersama supplier sejak awal proyek dimulai.
"Saat kita memulai satu proyek, kita sudah mengunci kuantitas dan harganya dengan supplier," ujar Linda dalam keterangan virtual, Kamis (11/6/2026).
Selain itu, Linda menambahkan bahwa harga jual kepada konsumen juga telah disepakati melalui kontrak yang mengikat, sehingga margin perusahaan tetap terjaga. "Tidak terlalu ada impact ke cost ratio," tegasnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, CBDK saat ini memilih untuk tidak melakukan ekspansi bisnis besar-besaran.
Perseroan lebih memilih untuk fokus pada optimalisasi proyek dan produk yang telah diluncurkan di pasar saat ini.