Menkes: Filantropi Kesehatan Harus Transparan dan Terukur

Menkes: Filantropi Kesehatan Harus Transparan dan Terukur
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya aspek kepercayaan, transparansi, serta hasil yang terukur dalam kerja sama pendanaan filantropi di sektor kesehatan. 

Langkah ini dinilai krusial agar donor memiliki fleksibilitas dalam menyalurkan dukungan yang tepat sasaran. “Bagi kami, filantropi adalah soal kepercayaan. Kepercayaan tidak bisa didapat begitu saja. Kepercayaan harus diusahakan,” kata Budi di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Budi memaparkan sejumlah dukungan filantropi yang telah berjalan, seperti pembangunan rumah sakit di Solo oleh Uni Emirat Arab, pembangunan rumah sakit 22 lantai melalui lembaga Jepang, bantuan gizi dari Vitamin Angel, hingga kerja sama vaksinasi HPV bersama MSD. 

Menkes menjelaskan bahwa setiap program memiliki perhitungan yang jelas. Ia mencontohkan rencana vaksinasi HPV untuk 50 juta ibu di Indonesia. Jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah, program tersebut membutuhkan waktu 20 tahun, sementara sekitar 10 ribu perempuan Indonesia meninggal akibat infeksi HPV setiap tahun. 

Dengan dukungan pendanaan yang mempercepat vaksinasi menjadi 10 tahun, sekitar 100 ribu kematian dapat dicegah.

Pemerintah membuka ruang bagi donor untuk menyalurkan dukungan melalui pemerintah, organisasi masyarakat sipil, maupun sektor swasta, selama sejalan dengan prioritas kesehatan nasional. 

Budi meminta setiap aliran pendanaan didaftarkan ke Kemenkes agar hasilnya dapat dipantau secara transparan. "Dengan cara itu, kontribusi program pemerintah dan non-pemerintah dapat diukur secara transparan. Saya mengatakan, pendekatan ini juga memberi fleksibilitas bagi donor dalam menyalurkan pendanaan."

Sebagai langkah konkret, Kemenkes dan AVPN telah menandatangani MoU kerja sama strategis pada 13 Mei 2026 untuk percepatan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. 

Kerja sama ini mencakup mobilisasi sumber daya filantropi, dukungan inovasi teknologi kesehatan, hingga pelaksanaan proyek percontohan SDGs di sektor kesehatan. 

AVPN Southeast Asia Health Impact Leadership Forum 2026 sendiri menjadi forum regional pertama yang mempertemukan berbagai pemimpin sektor untuk membahas empat fokus utama: kesehatan mental anak muda, eliminasi kanker serviks, gizi ibu dan anak, serta pembiayaan inovatif untuk riset penyakit menular.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index