JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah dibuka bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan hari ini. Kenaikan nilai tukar mata uang garuda ini sejalan dengan kondisi pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Berdasarkan rujukan data dari Doo Financial Futures, nilai mata uang rupiah tercatat mengalami penguatan sebesar 0,29 persen menuju ke level Rp17.935 per dolar AS pada pembukaan pasar transaksi.
Kenaikan performa rupiah ini diikuti oleh won Korea Selatan yang memimpin pasar dengan pertumbuhan 0,73 persen, peso Filipina sebesar 0,41 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, hingga yuan China senilai 0,14 persen.
Namun di sisi lain, beberapa mata uang regional terpantau masih lesu, seperti yen Jepang yang turun 0,20 persen, rupee India melemah 0,51 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,05 persen, dan baht Thailand turun 0,08 persen.
Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, mata uang rupiah memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positifnya berkat dorongan damai antara Amerika Serikat dengan pihak Iran.
Pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kesepakatan damai dengan Iran akan segera terwujud dalam waktu dekat menjadi stimulus positif bagi aset keuangan negara berkembang.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah menyusul pernyataan Trump bahwa kesepakatan dengan Iran akan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Lukman.
Selain pengaruh dari luar negeri, pergerakan nilai tukar domestik didukung oleh kesiapan pelaku pasar dalam mengantisipasi keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia pada pekan depan.
Sentimen positif dalam negeri juga dipengaruhi oleh adanya wacana pengurangan kembali porsi dana anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi mengurangi beban fiskal.
Meskipun demikian, para investor global tetap waspada memperhatikan stabilitas pasar dalam jangka pendek terkait adanya aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi massa di lapangan.
Pihak analis memproyeksikan pergerakan kurs rupiah sepanjang hari ini akan terus berfluktuasi secara dinamis pada rentang harga Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Untuk transaksi di PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) pada pukul 09.52 WIB, harga beli dolar AS e-rate berada pada angka Rp17.950 dengan nilai posisi harga jual sebesar Rp17.970.
Sedangkan untuk transaksi e-rate di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI), nilai beli dipatok pada angka Rp17.966 serta nominal harga jual berada di posisi Rp17.998.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menetapkan patokan harga beli special rate senilai Rp17.920 per dolar AS dan menetapkan posisi harga jual di angka Rp17.950.
Adapun untuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) merilis angka beli special rates senilai Rp17.942 per dolar AS dengan patokan harga jual di level Rp17.982.