Bappenas Gandeng Singapura Dorong Penguatan Ekonomi Sirkular

Bappenas Gandeng Singapura Dorong Penguatan Ekonomi Sirkular
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Pemerintah Singapura melalui Ministry of Sustainability and the Environment (MSE) memperkuat kerja sama bilateral di bidang ekonomi sirkular.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, Bappenas mengatakan Indonesia dan Singapura berbagi pengalaman, praktik baik, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah menjadi energi.

Langkah strategis ini dilakukan guna mendukung transformasi menuju ekonomi hijau, rendah karbon, serta berkelanjutan di kedua negara.

“Pengembangan ekosistem ekonomi sirkular menjadi fokus strategis Indonesia saat ini. Pendekatan yang digunakan mencakup pembangunan rendah karbon, pembangunan berketahanan iklim, pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan, penciptaan green job, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta reformasi pengelolaan sampah secara terintegrasi,” kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A A Teguh Sambodo dalam acara Policy Dialogue on Circular Economy and Waste-to-Energy.

Dia menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pencapaian tujuan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru, memperkuat ketahanan sumber daya, serta meningkatkan daya saing ekonomi dalam jangka panjang.

Dialog itu disebut sejalan dengan komitmen Indonesia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia.

Komitmen tersebut berfokus dalam mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan timbulan sampah, dan penguatan ketahanan energi nasional.

Pengalaman Singapura, lanjutnya, menjadi rujukan penting karena telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah dan pemulihan sumber daya yang terintegrasi melalui kebijakan yang kuat, teknologi maju, serta perencanaan jangka panjang.

Permanent Secretary MSE Melvyn Ong menyampaikan bahwa ada sejumlah kesamaan sekaligus perbedaan dalam pendekatan kedua negara terhadap isu ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah.

Dirinya juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama yang konkret dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di kedua negara.

Kegiatan itu ditutup dengan kunjungan ke PT Amandina Bumi, salah satu perusahaan yang telah menerapkan ekonomi sirkular di sektor industri, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index