Pemerintah China Sambut Baik Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Pemerintah China Sambut Baik Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/4).

JAKARTA - Otoritas Pemerintah China memberikan dukungan penuh terhadap kesepakatan damai yang berhasil diraih oleh pihak Amerika Serikat (AS) bersama Iran, sekaligus merespons dibukanya kembali jalur pelayaran di kawasan Selat Hormuz.

"China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk mendatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan," kata Juru Bicara Kementerian China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Minggu (14/6) mengumumkan bahwa nota kesepahaman dengan pihak Iran telah final dan mengonfirmasi wilayah Selat Hormuz kembali terbuka seiring dengan ditariknya blokade armada Angkatan Laut AS.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

"Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tambahnya.

Akan tetapi, Trump terpantau tidak menjabarkan poin-poin terperinci berkaitan dengan muatan naskah kesepakatan ataupun teknis pengaplikasian kebijakan tersebut di dalam rilisnya.

"Kami berharap dokumen tersebut akan ditandatangani sesuai dengan jadwal yang disepakati dan semua pihak terkait akan tetap berkomitmen pada solusi damai dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi," tambah Lin Jian.

China, menurut penjelasan Lin Jian, menaruh kesiapan untuk melebur bersama perwakilan komunitas global dalam upaya memulihkan stabilitas serta ketenteraman di jazirah Timur Tengah dan area Teluk secepat mungkin.

Berkenaan dengan normalisasi operasional di Selat Hormuz, Lin Jian menilai bahwa memulihkan situasi kondusif di sekeliling wilayah perairan tersebut merupakan pemenuhan hajat bersama bagi negara-negara regional dan dunia internasional.

"Kami juga mencatat bahwa dalam teks nota kesepahaman tahap pertama negosiasi antara Iran dan AS pun mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Kami berharap selat tersebut akan kembali aman untuk lalu lintas bebas dalam waktu dekat," ungkap Lin Jian.

Lin Jian menyatakan bahwa korporasinya siap sedia menjaga jembatan komunikasi dengan negara-negara di kawasan setempat serta tatanan internasional terkait persoalan ini.

Kendati demikian, dirinya tidak menguraikan secara mendetail perihal ada atau tidaknya andil langsung dari pihak China dalam menjembatani terwujudnya mufakat antara AS dan Iran.

"Sejak pecahnya konflik, China telah bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri perang dan mewujudkan perdamaian. Presiden Xi Jinping mengajukan empat usulan tentang keamanan dan peningkatan perdamaian maupun stabilitas di Timur Tengah," tambah Lin Jian.

Menurut argumen Lin Jian, draf usulan yang ditawarkan oleh China telah memegang peranan krusial untuk memformulasikan mufakat global serta memperoleh apresiasi luas dari internal kawasan dan tatanan internasional.

"With berpedoman pada semangat usulan tersebut dan menjunjung tinggi keadilan, China, sebagai negara besar yang bertanggung jawab, akan terus memberikan kontribusi untuk mewujudkan perdamaian abadi di Timur Tengah," ungkap Lin Jian.

Otoritas Pemerintah Iran lewat penjelasan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada siaran langsung stasiun televisi Iran menyebutkan bahwa seremoni pengesahan kesepakatan bersama AS bakal digelar di Swiss pada hari Jumat (19/6).

Gharibabadi memberikan kepastian bahwa dokumen damai antara AS dan Iran tersebut turut mencakup penghentian total aktivitas militer pada seluruh lini pertempuran, termasuk di area Lebanon, mulai Senin malam.

Pihak Iran juga bakal menegaskan kembali kepatuhan mereka terhadap aturan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) guna tidak merakit senjata pemusnah massal berbasis nuklir.

Di lain pihak, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memberikan pernyataan resmi bahwa piagam kesepakatan antara kubu AS dan Iran sama sekali tidak memprioritaskan kepentingan serta tidak mengikat bagi Israel.\

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index