PTPN IV Targetkan Peremajaan Sawit 4.500 Hektare di Riau pada 2026

PTPN IV Targetkan Peremajaan Sawit 4.500 Hektare di Riau pada 2026
Lahan Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo Regional III di Provinsi Riau.

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo Regional III di Provinsi Riau memasang target ambisius untuk agenda program peremajaan sawit rakyat pada tahun 2026 dengan cakupan luas lahan hingga menyentuh 4.500 hektare.

Proyek strategis nasional ini diketahui sudah mulai digulirkan secara berkesinambungan oleh pihak korporasi perkebunan negara tersebut sejak periode tahun 2019 silam.

Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso memaparkan bahwa hingga pengujung tahun 2025 kemarin, realisasi pembenahan kebun kelapa sawit milik para petani di Riau telah menembus angka 12.600 hektare.

Dirinya menjabarkan jika skema ini sebenarnya berakar dari program revitalisasi wilayah perkebunan pada tahun 2012, yang kemudian dilanjutkan secara intensif lewat payung PSR sejak tahun 2019 sampai hari ini.

"Insya Allah, sampai akhir tahun ini program peremajaan sawit di Riau dapat mencapai 17.100 hektare. Alhamdulillah progresnya sangat baik, dan rekan-rekan petani juga sangat antusias terhadap program PSR ini," katanya dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin.

Bambang mengutarakan bahwa guna merealisasikan target komersial tersebut, jajaran PTPN IV Regional III lewat perpanjangan tangan Distrik Petani Mitra terus memacu percepatan di setiap tahapan pengerjaan di lapangan.

Akselerasi proses tersebut dimulai dari penajaman agenda pendataan total luasan areal lahan, proses verifikasi data administratif, hingga ke tahap penerbitan berkas rekomendasi teknis (Rekomtek).

Langkah program PSR yang dilaksanakan oleh internal PTPN IV ini merupakan salah satu bentuk gebrakan nyata dari pihak badan usaha milik negara demi mengikis jurang ketimpangan produktivitas pertanian yang terlampau dalam.

Kesenjangan mencolok ini jamak dijumpai antara hasil panen komoditas kelapa sawit milik kelompok tani swadaya dengan hasil kelolaan perkebunan milik korporasi besar.

Sebagai bahan komparasi riil, merujuk pada himpunan data rata-rata, angka produktivitas kebun kelapa sawit milik petani di Indonesia saat ini masih tertahan di kisaran 7 sampai 12 ton per hektare untuk tiap tahunnya.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan efisiensi hasil panen kelapa sawit milik perusahaan perkebunan besar yang sudah mampu menyentuh angka tinggi di atas 20 ton per hektare untuk kurun waktu yang sama.

"Untuk itu, peremajaan sawit menjadi inisiatif penting guna memangkas ketimpangan dan mendongkrak sawit petani sehingga produktivitas yang dihasilkan kian optimal," ungkapnya.

Bambang menjabarkan bahwa saat ini tingkat efisiensi serta hasil panen kelapa sawit dari kelompok petani mitra PTPN IV Regional III yang telah merampungkan fase peremajaan kebun sukses merangkak naik secara signifikan.

Ia memberikan contoh nyata bahwa kelompok tani mitra yang berhimpun di dalam organisasi koperasi dan menempuh pembenahan lewat skema revitalisasi kini sanggup memanen hingga mencapai 29,10 ton per hektare per tahun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index