JAKARTA — Emiten yang bergerak di bidang pengelolaan limbah, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI), memutuskan untuk membagikan dividen tunai dengan total nilai Rp9,9 miliar atau setara Rp2,66 per lembar saham dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.
Selain membagikan keuntungan, perusahaan juga menetapkan target pertumbuhan pendapatan hingga menyentuh angka 15 persen untuk periode tahun 2026.
Direktur Utama Multi Hanna Kreasindo Alwi memaparkan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada segenap pemegang saham yang telah menaruh kepercayaan besar pada perseroan.
Keputusan krusial ini telah resmi mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Senin (22/6/2026).
“Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Di saat yang sama, kami tetap berfokus pada penguatan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Merujuk pada jadwal yang telah ditetapkan manajemen, waktu cum dividen di pasar reguler serta negosiasi jatuh pada 30 Juni 2026, sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 1 Juli 2026.
Selanjutnya, masa cum dividen untuk pasar tunai dijadwalkan pada 2 Juli 2026 dan ex dividen pasar tunai pada 3 Juli 2026.
Untuk recording date atau batas daftar pemegang saham yang berhak atas keuntungan dipatok pada 2 Juli 2026, sedangkan penyaluran dana dividen akan dilaksanakan pada 24 Juli 2026.
Keputusan tebar dividen ini ditopang kuat oleh pencapaian rapor keuangan perseroan yang melesat sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan audit, MHKI membukukan pendapatan sebesar Rp212,98 miliar, atau naik 23,6 persen dari raihan tahun 2024 yang bernilai Rp172,30 miar.
Sektor pendorong utama pendapatan ini dipicu oleh andil yang tinggi dari lini jasa serta penjualan barang, seiring ekspansi penanganan limbah dan logistik.
Beriringan dengan kenaikan omzet, laba bersih milik MHKI ikut merangkak naik menuju angka Rp39,97 miliar pada 2025 dari Rp32,19 miliar di tahun sebelumnya.
Melalui perolehan angka tersebut, grafik keuntungan bersih milik emiten ini tercatat tumbuh sekitar 24,2 persen secara tahunan.
Menurut Alwi, peningkatan kinerja tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan industri terhadap layanan pengelolaan limbah yang memenuhi standar lingkungan dan regulasi yang terus berkembang.
Ia menjelaskan bahwa izin operasional MHKI telah mencakup rantai pengangkutan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3.
Cakupan layanan yang luas ini memfasilitasi perseroan dalam menyajikan solusi penanganan limbah terpadu bagi beraneka rupa sektor korporasi industri.
“Perseroan terus memperkuat kapabilitasnya untuk memberikan layanan yang terintegrasi dan memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor industri,” kata Alwi.
Memasuki tahun 2026, MHKI membidik target pertumbuhan omzet serta laba di kisaran 10 persen hingga 15 persen yang akan didorong oleh penambahan kapasitas olah limbah.
Direktur MHKI Hafidh Djoko Handy Laksono mengutarakan perseroan sangat optimistis bisa menjaga tren positif ini berkaca dari hasil memuaskan sepanjang tahun 2025.
“Di tahun 2026 kami menargetkan pertumbuhan di kisaran 10%-15%,” ujarnya.
Hafidh menjabarkan perusahaan berkomitmen penuh mengolah limbah milik rekanan lewat prinsip zero waste serta menjamin operasional berjalan selaras dengan regulasi lingkungan hidup.
Pihak MHKI juga terus memacu efisiensi internal lewat penyerapan teknologi mutakhir dalam sistem pemrosesan limbah berbahaya.
Langkah pemanfaatan basis teknologi ini dipandang sebagai kebutuhan vital demi memperkokoh efisiensi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan industri modern.
Guna mendanai agenda ekspansi tersebut, perseroan masih menyimpan sisa modal investasi sebesar Rp48 miliar yang dialokasikan untuk membesarkan fasilitas pabrik di Bekasi dan Lamongan.
Kucuran modal ini bakal difokuskan untuk mempertebal kapasitas operasional serta memperluas jangkauan penanganan limbah di kedua wilayah kerja tersebut.
Manajemen MHKI menilai prospek bisnis sektor ini masih sangat menjanjikan, dipicu oleh geliat aktivitas industri nasional serta penguatan regulasi lingkungan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, perseroan telah mengucurkan investasi pada kuartal I/2026 untuk mengembangkan fasilitas di Lamongan dan membenahi infrastruktur di Semarang.