Penjualan LCGC Menurun, Toyota Astra Motor Ungkap Strategi Pertahanan

Penjualan LCGC Menurun, Toyota Astra Motor Ungkap Strategi Pertahanan
PT Toyota Astra Motor (TAM).

JAKARTA — PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap optimistis bahwa segmen kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) masih memiliki relevansi tinggi bagi pasar otomotif Indonesia. 

Meskipun secara umum industri menghadapi tantangan ekonomi yang memengaruhi daya beli, Toyota mencatat performa positif pada model andalannya, yakni Toyota Calya yang tumbuh 12,5% dan Toyota Agya yang meningkat 2,3% selama periode Januari–Mei 2026.

Head of Public Relation & Motorsport PT Toyota Astra Motor, Philardi Sobari, menjelaskan bahwa konsumen segmen entry level sangat mempertimbangkan aspek keterjangkauan (affordability), mulai dari uang muka (DP), cicilan bulanan, hingga biaya operasional jangka panjang.

"Kami masih melihat segmen LCGC memiliki potensi sampai akhir tahun, meskipun tantangannya tentu akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi ekonomi, daya beli, suku bunga, dan kepercayaan konsumen," ujar Philardi, Jumat (19/6/2026).

Untuk mempertahankan momentum, Toyota menjalankan pendekatan menyeluruh yang mencakup program penjualan, dukungan pembiayaan bersama mitra finansial, layanan trade-in, serta kemudahan purna jual. 

Kolaborasi dengan value chain financing menjadi kunci dalam menghadirkan cicilan dan tenor yang fleksibel sesuai kemampuan finansial konsumen. 

Melalui strategi ini, Toyota berkomitmen menjaga Agya dan Calya tetap menjadi solusi mobilitas yang mudah diakses dan dapat diandalkan oleh masyarakat Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index