Kemendiktisaintek Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri

Kemendiktisaintek Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dalam acara 2026 China-Indonesia.

JAKARTA - Langkah untuk mengadopsi model pengembangan klaster inovasi serta teknologi dari China kini tengah didorong oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, untuk diterapkan di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa klaster teknologi dan inovasi di China sukses menyumbang sekitar 13,4 persen bagi produk domestik bruto nasional, padahal hanya menggunakan 2,5 persen dari total lahan konstruksi di negara tersebut.

Pencapaian besar tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan kawasan inovasi serta teknologi terbukti mampu menjadi motor penggerak yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

“Ini adalah impian setiap negara. Hanya dengan memanfaatkan 2,5 persen lahan, kawasan tersebut mampu menyumbang 13,4 persen dari total PDB China,” kata Stella.

Ia menerangkan bahwa kementeriannya memegang tanggung jawab langsung dalam mewujudkan hal itu melalui penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan China yang kini sudah mulai berjalan.

Demi menyukseskan target tersebut, Kemendiktisaintek bakal memacu terciptanya ekosistem serupa di tanah air dengan menitikberatkan pada pengembangan sektor manufaktur berbasis sains dan teknologi.

Menurut pandangannya, kunci utama dari kesuksesan implementasi model ini terletak pada kolaborasi yang masif dan berskala besar antara pihak perguruan tinggi dengan dunia industri.

Pemerintah juga sedang merancang peta jalan transformasi industri nasional agar Indonesia tidak lagi bertumpu pada perdagangan komoditas mentah, melainkan beralih ke manufaktur bernilai tambah tinggi.

Upaya strategis ini diyakini dapat berjalan lebih optimal melalui penguatan kerja sama di sektor pengembangan sumber daya manusia, terutama lewat program pendidikan antara kedua negara.

Saat ini tercatat ada 1.146 dokumen kerja sama sektor pendidikan yang masih aktif antara Indonesia dan China, meliputi 767 MoU, 261 memorandum of agreement, serta 118 implementation arrangement.

Di samping itu, jumlah pelajar yang sempat merosot selama masa pandemi COVID-19 kini dilaporkan mulai merangkak naik kembali berkat dukungan kuat dari para mitra pendidikan kedua negara.

“Kolaborasi, kemitraan strategis, maupun kemitraan komprehensif, pada akhirnya adalah tentang hubungan antarmanusia,” ujar Stella.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index