JAKARTA - Nilai tukar mata uang garuda mencatatkan penurunan performa di hadapan dolar Amerika Serikat pada awal pembukaan transaksi perdagangan hari ini.
Kondisi ini membuat pergerakan harga jual serta harga beli mata uang dolar di sejumlah perbankan papan atas seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI bervariasi.
Berdasarkan data pasar yang masuk, rupiah terposisikan melemah sebesar 69 poin atau setara 0,39 persen untuk mendarat pada level Rp17.928 per dolar Amerika Serikat.
Pada momen yang sama, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat justru merangkak naik sebesar 0,01 persen menuju ke posisi level 101,41.
Tren pelemahan nilai mata uang ini nyatanya juga dialami oleh mayoritas instrumen nilai tukar di kawasan Asia, termasuk yen Jepang dan won Korea.
Penurunan performa harian juga membayangi mata uang ringgit Malaysia serta baht Thailand yang masing-masing terkoreksi terhadap mata uang Amerika Serikat.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan nilai tukar rupiah akan berfluktuasi di kisaran Rp17.850 sampai Rp17.900 sepanjang sesi hari ini.
Prediksi pasar tersebut melanjutkan arah pergerakan sebelumnya, di mana posisi mata uang rupiah sempat ditutup melemah 16 poin menuju level Rp17.859.
Untuk transaksi di PT Bank Central Asia Tbk pada jam kerja pagi, harga beli e-rate dipasang sebesar Rp17.942 dengan nominal jual pada angka Rp17.962.
Sedangkan untuk acuan TT counter serta bank notes, bank swasta ini menetapkan harga beli senilai Rp17.720 dan patokan harga jual menyentuh Rp17.995.
Bergeser ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, korporasi menetapkan harga beli e-rate di level Rp17.943 dengan nilai jual pada angka Rp17.971.
Sementara untuk patokan tipe TT counter, bank pelat merah ini memasang nominal beli sebesar Rp17.805 serta batas nilai jual menyentuh Rp18.105.
Pada rilis PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, special rate untuk harga beli dipatok sebesar Rp17.915 sedangkan posisi harga jual berada di angka Rp17.945.
Untuk lini TT counter dan bank notes, bank logo pita emas ini kompak mematok angka beli sebesar Rp17.695 dengan batas jual pada level Rp17.995.
Terakhir, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merilis angka special rates untuk posisi beli senilai Rp17.942 dan posisi jual sebesar Rp17.967.
Berdasarkan data sistem TT counter dan bank notes, pihak BNI menetapkan nilai beli di angka Rp17.925 serta posisi nilai jual bertengger pada Rp17.965.