JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpaksa mendarat di teritori negatif pada akhir sesi transaksi kemarin akibat maraknya aksi wait and see pelaku pasar.
Para pemodal cenderung menahan diri menjelang rilis ulasan klasifikasi tahunan dari MSCI serta keluarnya penilaian peringkat kelayakan investasi Indonesia oleh S&P Global.
Aktivitas koreksi yang membayangi jajaran saham berbasis komoditas mentah seperti INCO, PTBA, dan ANTM menjadi motor utama penekan pergerakan indeks acuan nasional.
Berdasarkan publikasi IDX Mobile, IHSG terdepresiasi sebesar 15,36 poin atau menyusut 0,25 persen untuk kemudian mengakhiri perjalanannya pada level 6.101,33.
Sepanjang sesi bergulir, indeks saham domestik ini terekam berfluktuasi aktif dalam batas rentang area 5.993,04 hingga menyentuh level tertinggi di angka 6.121,78.
Dari indikator likuiditas pasar, nilai omset transaksi harian mampu menyentuh Rp37,72 triliun dengan volume pasokan saham berpindah tangan mencapai 39,81 miliar unit.
Kondisi pasar diwarnai oleh performa variatif dari instrumen terdaftar, dengan rincian sebanyak 294 saham menguat, 398 saham tertekan, dan 267 saham stagnan.
Barisan saham pengisi indeks elit LQ45 yang mengalami tekanan hebat di antaranya adalah PT Vale Indonesia Tbk yang anjlok 4,15 persen menuju level Rp4.960.
Langkah penurunan ini disusul oleh emiten batubara PT Bukit Asam Tbk sebesar 3,50 persen serta emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk yang melemah 3,40 persen.
Selanjutnya, saham perbankan PT Bank Tabungan Negara Tbk ikut melorot 3,36 persen, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk.
Sebaliknya, saham penahan laju koreksi dipimpin oleh PT Kalbe Farma Tbk dengan lonjakan 11,76 persen, disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk dan PT Barito Pacific Tbk.
Analis MNC Sekuritas memaparkan bahwa posisi IHSG pasca koreksi tipis kemarin dinilai masih aman bertahan di atas garis MA20 karena ditopang volume beli yang kuat.
"Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5,723-5,972, selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6,548-6,782," tulis MNC Sekuritas.
Untuk perdagangan hari ini, posisi support dipetakan pada level 5.784 serta 5.594, sementara batas area resistance disiapkan pada kisaran angka 6.286 dan 6.459.
Untuk saham ADMR, posisinya dinilai sedang berada di bagian wave b dari wave B dengan arahan strategi belanja bertahap saat harga diskon di kisaran 1.430-1.480.
Selanjutnya untuk emiten emas ARCI, penguatan harian terpantau didorong volume akumulasi namun lajunya masih tertahan batas atas MA20 pada target harga 1.195.
Untuk PTBA yang melemah ke posisi 2.480, posisinya diprediksi mengisi wave 5 dari wave C, sedangkan TAPG diarahkan pada range beli di angka 1.375-1.455.
Pada rilis data realtime perdagangan hari ini, performa indeks sempat dibuka hijau pada level 6.128,27 dengan modal kapitalisasi pasar senilai Rp10.716 triliun.
Namun memasuki sesi tengah hari, IHSG tergelincir masuk ke zona merah hingga akhirnya ditutup anjlok 3,56 persen ke level 5.883,88 di akhir sesi.