JAKARTA - Emiten pelayanan transportasi laut, PT Jasa Armada Indonesia Tbk atau IPCM, menyepakati alokasi penggunaan keuntungan bersih tahun buku 2025 senilai Rp196,44 miliar melalui forum rapat akbar pemegang saham harian.
Direktur Utama merangkap Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis IPCM, Shanti Puruhita, mengonfirmasi bahwa agenda RUPST menetapkan pembagian dividen tunai bernilai total Rp125,51 miliar atau 63,90 persen dari profit bersih.
Sebelum pengumuman ini keluar, anak usaha di bawah naungan Pelindo Jasa Maritim serta Pelindo Group ini tercatat sudah menyalurkan dana dividen interim sebesar Rp23,25 miliar pada tanggal 15 Januari 2026.
"Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp102,26 miliar atau Rp19,35 per saham dan dijadwalkan dibayarkan pada 24 Juli 2026," ujarnya.
Shanti menuturkan bahwa komitmen pembagian keuntungan modal ini merupakan wujud nyata atas keberhasilan tata kelola korporasi dalam mengawal laju operasional serta mengeksekusi strategi niaga sepanjang periode berjalan.
Sepanjang tahun buku 2025, IPCM sukses mengantongi total omset pendapatan senilai Rp1,47 triliun, atau memperlihatkan adanya pertumbuhan sebesar 9,65 persen jika disandingkan dengan performa tahun lalu.
Penyumbang terbesar bagi kas perusahaan disokong oleh pilar bisnis jasa penundaan kapal yang menyumbang nilai jumbo mencapai Rp1,32 triliun, atau setara dengan porsi 89,51 persen dari total pendapatan grup.
Sedangkan untuk pilar jasa pemanduan tercatat ikut menyuntik dana senilai Rp105,07 miliar, diikuti oleh kontribusi dari sektor jasa pengangkutan serta layanan penunjang maritim lainnya sebesar Rp49,67 miliar.
Seiring dengan kenaikan rapor omset, IPCM berhasil mengunci perolehan laba komprehensif tahun berjalan pada angka Rp196,44 milar, bergerak tumbuh positif sebesar 17,74 persen secara tahunan.
Di samping itu, jumlah aset total yang dikuasai perusahaan ikut terkerek naik sebesar 3,91 persen sehingga posisinya kini menguat menuju level Rp1,71 triliun dari posisi awal di angka Rp1,65 triliun.
Manajemen juga merilis jadwal resmi pembagian keuntungan di mana fase cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi dipatok pada 1 Juli 2026, sedangkan ex dividen jatuh pada 2 Juli 2026.
Selanjutnya, batas waktu recording date ditetapkan pada 3 Juli 2026, berbarengan dengan cum dividen pasar tunai, disusul ex dividen tunai pada 6 Juli 2026, hingga masuk fase bayar penuh pada 24 Juli 2026.