Emiten MDKA Kantongi Restu Pemegang Saham untuk Private Placement

Emiten MDKA Kantongi Restu Pemegang Saham untuk Private Placement
Ilustrasi Tambang Milik PT Merdeka Copper Gold Tbk.

JAKARTA - Forum rapat pemegang saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA secara resmi mengesahkan agenda pembagian dividen tunai senilai Rp300 miliar sekaligus merestui aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

Ketetapan strategis yang disepakati dalam forum RUPST dan RUPSLB tersebut diambil sejalan dengan penguatan aspek fundamental operasional serta keberhasilan menekan ongkos produksi perusahaan pada awal tahun ini.

Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menguraikan bahwa kebijakan pengucuran keuntungan modal tersebut mencerminkan tingginya rasa percaya diri jajaran manajemen terhadap prospek niaga masa depan dengan tetap menjaga kestabilan kas.

“Meskipun 2025 penuh tantangan, MDKA memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama perseroan,” ucapnya.

Pada lini komoditas emas, anak usaha perusahaan yaitu PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS mencatatkan rapor penting lewat penuangan emas perdana di wilayah Tambang Emas Pani Gorontalo sejak Februari 2026.

Di sepanjang triwulan pertama tahun 2026, EMAS berhasil membukukan kuantitas produksi sebanyak 1.818 ounces emas serta mencatatkan penjualan perdana di angka 516 ounces demi mengejar target tahunan.

Sementara itu, efisiensi beban biaya dari emiten tambang berkode saham MDKA ini juga memperlihatkan perbaikan nyata dengan penurunan cash cost di Tambang Emas Tujuh Bukit sebesar 64 persen secara kuartalan menjadi 685 dolar AS per ounce.

Penyusutan beban operasional tersebut secara otomatis memicu lonjakan margin keuntungan sebesar 130 persen secara kuartalan ke posisi 4.156 dolar AS per ounce yang didorong penguatan harga emas dunia.

Untuk pilar komoditas nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA sukses membukukan lonjakan hasil produksi saprolit sebesar 72 persen secara tahunan serta kenaikan produksi limonit hingga 195 persen.

Di luar agenda pembagian keuntungan modal, pemilik saham memberikan persetujuan penuh atas rencana penggalangan dana lewat mekanisme private placement demi fleksibilitas kas.

Pihak MDKA diberikan hak untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.447.298.377 unit saham baru, atau setara dengan porsi maksimal 10 persen dari jumlah keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pertemuan akbar tersebut juga menyepakati perombakan susunan pengurus korporasi dengan mengangkat Mirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, dan M.P. Riyadi Effendy sebagai direktur baru.

Pada momentum yang sama, forum resmi menyetujui surat pengunduran diri dari tiga pejabat direksi lama perseroan yakni Jason Laurence, David Thomas Fowler, serta Chrisanthus Supriyo.

Struktur kepemimpinan terbaru menetapkan Edwin Soeryadjaya sebagai Presiden Komisaris, didampingi Tang Honghui, Yoke Candra, Andrew Phillip Starkey, Budi Bowoleksono, dan Muhamad Munir.

Sedangkan pada jajaran manajemen eksekutif diisi oleh Albert Saputro selaku Presiden Direktur, berkolaborasi dengan Hardi Wijaya Liong, Gavin Arnold Caudle, Titien Supeno, dan tiga direktur baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index