JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mempererat kerja sama untuk menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Fokus utama kolaborasi ini terletak pada optimalisasi berbagai program strategis, terutama dalam pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, mengungkapkan bahwa kedua lembaga memiliki irisan program yang strategis. Ia menyebutkan bahwa golongan fakir dan miskin menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan yang dikelola oleh lembaga tersebut.
"Fokus utama yang beririsan langsung dengan sasaran prioritas BP Taskin adalah golongan fakir dan miskin, karena kedua golongan ini menempati urutan pertama dan kedua dalam prioritas penyaluran," ungkap Imdadun.
Saat ini, Baznas mengelola 43 program penyaluran yang mencakup sektor kemanusiaan, kesehatan, dakwah, hingga ekonomi. Imdadun berharap kolaborasi dengan BP Taskin dapat memperluas jangkauan manfaat program tersebut bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Deputi Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Zaidirina, menyambut baik dukungan Baznas terhadap Program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (Si-Taskin). Program ini telah diimplementasikan di berbagai daerah, mulai dari Pandeglang hingga Toraja Utara.
Zaidirina menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk mencapai target pemerintah, yakni kemiskinan ekstrem nol persen pada tahun 2026 dan penurunan tingkat kemiskinan relatif hingga 5 persen pada tahun 2029. Ia menyoroti bahwa pengentasan kemiskinan harus berfokus pada kemandirian penerima manfaat.
"Sasaran utama kami adalah mewujudkan kemandirian kelompok rentan, khususnya pada desil pertama hingga desil tiga. Bantuan sosial dan perlindungan sosial itu ibarat pelampung. Setelah masyarakat diberi pelampung, mereka harus dibantu untuk naik ke atas kapal (graduasi), bukan dibiarkan terapung selamanya di laut," ujar Zaidirina.