Sentimen MSCI Bikin IHSG Melemah ke 5.883 Saham BUMI dan CUAN Ikut Turun

Sentimen MSCI Bikin IHSG Melemah ke 5.883 Saham BUMI dan CUAN Ikut Turun
Ilustrasi Saham IHSG.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,56 persen dan parkir di posisi 5.883,88 pada akhir perdagangan Rabu (24/6/2026). Koreksi ini terjadi setelah rilisnya MSCI Annual Market Classification Review.

Sejumlah saham Grup Bakrie seperti BUMI dan DEWA, serta saham CUAN milik Prajogo Pangestu terpantau kompak melemah. Berdasarkan data IDX Mobile, indeks merosot hingga 217,45 poin dengan pergerakan di rentang 5.876,93 sampai 6.171,38.

Nilai transaksi harian di pasar modal mencatatkan angka Rp15,05 triliun dengan volume mencapai 24,47 miliar saham. Sebanyak 646 saham terpantau merosot, 103 saham berhasil menguat, sedangkan 210 saham lainnya bergerak stagnan.

Pelemahan indeks LQ-45 didorong oleh penurunan saham BUMI sebesar 12,57 persen ke Rp146 dan DEWA yang anjlok 11,54 persen ke Rp322. Selain itu, saham CUAN melorot 10,95 persen ke Rp610, BRPT turun 9,55 persen ke Rp1.515, serta AMMN melemah 8,22 persen ke Rp3.460.

Di sisi lain, saham penahan koreksi dipimpin oleh SCMA yang melesat 9,09 persen ke Rp216 dan UNVR naik 1,81 persen ke Rp1.685. Sementara itu, saham KLBF terpatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,66 persen ke level Rp765.

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa hasil tinjauan tahunan indeks global MSCI memberikan sentimen negatif bagi pasar saham dalam negeri. Peringatan terkait kelayakan investasi tersebut diproyeksikan bakal menekan laju IHSG dalam jangka pendek.

Meski Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Market dalam rilis 24 Juni 2026, MSCI menyoroti adanya kekhawatiran mendalam dari pelaku pasar. Namun, lembaga tersebut mengapresiasi langkah reformasi regulasi yang telah dijalankan oleh otoritas pasar modal Indonesia.

Beberapa pembenahan tersebut mencakup keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen, detail klasifikasi investor, indikator HSC, hingga aturan free float minimal 15 persen. Evaluasi terhadap efektivitas kebijakan ini dipastikan akan terus berjalan secara konsisten.

MSCI juga memberikan peringatan jika tidak ada perkembangan memadai sampai November 2026, status Indonesia berpotensi diturunkan menjadi Frontier Market. Isu penurunan status ini diwaspadai karena berisiko memicu aksi keluar modal oleh para investor institusi global.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Pada perdagangan sesi I hari ini, pergerakan IHSG dilaporkan sempat berbalik menguat sebesar 2,69 persen menuju level 6.041,93. Tercatat ada 535 saham yang menghijau, 139 saham berada di zona merah, dan 134 saham stagnan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index