JAKARTA - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melanjutkan strategi ekspansi anorganik dengan merampungkan akuisisi 99,99 persen saham PT Sinar Jatimitra (SJM).
Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat kapabilitas operasional perseroan dalam bisnis depo peti kemas.
Berdasarkan keterbukaan informasi, WBSA telah menyelesaikan pembelian 10929 saham milik PT Bina Sinar Amity (BSA) di PT SJM senilai Rp 11,48 miliar.
Perseroan juga membeli 5384 saham milik PT Kreasi Adisarana (KAS) senilai Rp 5,65 miliar pada Kamis (25/6/2026).
Penyelesaian transaksi tersebut membuat perseroan resmi menguasai 99,999 persen saham PT SJM.
Akuisisi tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) yang ditandatangani pada 4 Oktober 2025 and kemudian diamendemen pada 17 April 2026.
Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo mengatakan aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat operasional bisnis logistik.
"Tujuan dari Rencana Transaksi tersebut adalah sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk melakukan internalisasi kapabilitas operasional pendukung dalam penyediaan layanan depo peti kemas, kata Edwin dalam keterbukaan infromasi, Jumat (26/6/2026)"
Melalui langkah tersebut, perseroan berharap dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat layanan logistik yang lebih terintegrasi.
WBSA menilai akuisisi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional sekaligus mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.
Perseroan juga menegaskan aksi korporasi tersebut bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material and Perubahan Kegiatan Usaha.
Selain itu, transaksi tersebut juga bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi and Transaksi Benturan Kepentingan.
Akuisisi PT SJM menambah daftar ekspansi anorganik yang dijalankan WBSA pada tahun ini.
Sebelumnya, perseroan mengumumkan rencana mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) senilai Rp 215 miliar.
Melalui akuisisi tersebut, WBSA menargetkan penguatan posisi sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi sekaligus memperluas penetrasi ke sektor pertambangan and komoditas hulu yang memiliki kebutuhan logistik dalam volume besar.
Selain memperluas basis pelanggan, integrasi dengan BIL diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya transportasi, meningkatkan utilisasi armada, memperkuat koordinasi antarmoda, serta mengurangi ketergantungan terhadap penyedia jasa eksternal.
BIL merupakan perusahaan holding yang memiliki hampir seluruh saham PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), operator angkutan laut domestik yang bergerak di bidang pengangkutan barang khusus and jasa penunjang industri pertambangan.
Berdasarkan penilaian KJPP Kusnanto & Rekan, nilai pasar 99,99 persen saham BIL mencapai Rp 222,68 miliar.
Sementara itu, nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp 215 miliar atau sekitar 3,45 persen di bawah nilai pasar.
Adapun WBSA resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026 melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Perseroan menghimpun dana sekitar Rp 302,4 miliar, dengan sebagian besar hasil IPO dialokasikan untuk mendukung ekspansi usaha melalui aksi akuisisi.