Penuhi Pasar Cerutu Dunia PTPN 1 Perkuat Produksi Tembakau Premium

Penuhi Pasar Cerutu Dunia PTPN 1 Perkuat Produksi Tembakau Premium
Pemetik teh memanen pucuk teh di salah satu kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I memperkokoh lini produksi tembakau premium demi memenuhi kebutuhan pasar industri cerutu global lewat eskalasi mutu, tingkat produktivitas, serta ekspansi wilayah tanam.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas memaparkan dua varian tembakau premium hasil budidaya BUMN perkebunan ini, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, menjadi incaran utama para produsen cerutu global.

"Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBN) dan Tembakau Deli, telah lama diakui secara global sebagai bahan baku pembungkus atau wrapper cerutu premium terbaik di dunia," kata Teddy dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Pihak PTPN I menjelaskan komoditas tembakau premium Besuki Bawah Naungan dan Deli mengantongi karakteristik daun yang elastis, halus, tingkat bakar yang stabil, warna premium, rasa eksotis, serta aroma autentik yang digemari pasar ekspor.

Keunggulan spesifik tersebut sukses memikat daya tarik para pembeli dari kawasan Eropa, Amerika Latin, hingga pelbagai belahan dunia lainnya, sehingga mempertegas posisi tawar tembakau premium asal dalam negeri.

"Konsistensi kualitas spesifik inilah yang membuat produk PTPN I menjadi pilihan utama industri cerutu mewah dunia," bebernya.

Teddy menegaskan pihak perseroan siap memacu volume produksi melalui perluasan wilayah lahan tanam sekaligus mendongkrak produktivitas demi mencukupi lonjakan permintaan pasar ekspor.

Di samping memacu kuantitas produksi, manajemen berkomitmen penuh menjaga standarisasi mutu tembakau dengan mempertahankan keunikan khas yang selama ini menjadi keunggulan kompetitif dibanding kompetitor negara lain.

Dirinya merasa optimistis PTPN I sanggup membangkitkan kembali masa jaya tembakau premium Indonesia beriringan dengan melesatnya permintaan ekspor, khususnya dari pasar Eropa dan negara berkonsumsi tinggi.

Menurut pandangannya, tembakau premium asal Indonesia ialah komoditas eksklusif yang memiliki daya tahan kokoh dari guncangan ekonomi, sehingga serapan pasar tetap konsisten terjaga di tengah dinamika tantangan global.

Varian Tembakau Besuki Bawah Naungan dan Deli sudah lama dinobatkan sebagai wrapper cerutu premium terbaik di dunia, yang dibuktikan lewat naiknya volume ekspor serta permintaan pasar internasional beberapa tahun belakangan.

Pada 2021, kuantitas produksi tercatat menyentuh 748.638 kilogram (kg), lalu sempat menyusut ke angka 729.544 kg pada 2022, namun melesat kembali menjadi 932.837 kg pada 2023. Tren positif ini melaju di 2024 dengan raihan 974.489 kg, dan bertahan stabil pada porsi 972.243 kg pada 2025.

Perkembangan volume produksi tersebut bergerak selaras dengan peningkatan hasil produktivitas area lahan secara berkelanjutan.

Hasil per hektare melonjak dari 1.238 kg/ha pada 2021 dan 1.090 kg/ha pada 2022, kemudian merangkak naik ke posisi 1.372 kg/ha pada 2023, serta 1.382 kg/ha pada 2024. Puncaknya, produktivitas lahan sukses menyentuh angka tertinggi pada level 1.397 kg/ha di 2025.

Merespons besarnya antusiasme pasar global, PTPN I melalui Divisi Komoditi Kopi dan Aneka Tanaman mengambil tindakan ekspansi strategis. Sepanjang musim tanam 2026, korporasi menggarap penanman tembakau hingga seluas 500 hektare (ha).

"Langkah konkret ini diambil demi menjamin kontinuitas pasokan dalam memenuhi kontrak-kontrak internasional," katanya.

Menurut penjelasannya, ceruk pasar cerutu premium mengantongi kelompok konsumen loyal tersendiri yang menjanjikan serta tangguh krisis di tengah ketatnya implementasi regulasi tembakau global.

Permintaan pasar dilaporkan terus tumbuh subur pada kelompok produk mewah (luxury products), gaya hidup premium (premium lifestyle), segmen kolektor, hingga sektor perhotelan kelas atas (high-end hospitality).

Terlebih lagi, kecenderungan global saat ini amat memfavoritkan produk yang mengusung identitas asal yang kuat (origin-based products). Kondisi ini dipercaya membuka peluang yang kian lebar untuk Tembakau Besuki dan Deli.

Walau demikian, PTPN I tidak menutup mata pada tantangan perubahan iklim yang mengintai sektor agribisnis, khususnya komoditas tembakau yang tergolong tanaman semusim. Demi menjaga kestabilan mutu, manajemen mengeksekusi strategi mitigasi dari hulu hingga hilir.

Tindakan itu mencakup adaptasi agroklimat lewat penyelarasan kalender tanam serta penguatan sistem pemantauan cuaca secara real-time. Pada aspek agronomi, perusahaan bertumpu pada pemanfaatan varietas adaptif serta peningkatan metode budidaya hijau (sustainable farming).

"Terakhir, dari aspek jaminan mutu, manajemen memperketat quality control dan menerapkan sistem ketertelusuran (traceability) ketat dari fase pembibitan hingga pascapanen," jelasnya.

Lewat dedikasi sektor hulu-hilir yang menyatu ini, Teddy optimistis komoditas tembakau premium Indonesia akan konsisten mengawal posisinya sebagai kiblat standarisasi mutu utama pada kancah industri cerutu dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index