PT Ciputra Development Tebar Dividen Rp667 Miliar dari Laba Bersih

PT Ciputra Development Tebar Dividen Rp667 Miliar dari Laba Bersih
RUPST PT Ciputra Development Tbk.

JAKARTA - Emiten besutan begawan properti, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) merestui agenda pembagian dividen tunai dengan total nilai Rp667 miliar atau setara porsi 25,1 persen dari akumulasi laba bersih perseroan tahun buku 2025 lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (26/6/2026).

Direktur Utama CTRA Candra Ciputra memaparkan, performa operasional perseroan di sepanjang tahun 2025 berhasil mengamankan grafik pertumbuhan yang solid walau harus bergerak di tengah dinamika ekonomi yang bergulir.

Candra menguraikan bahwa pendapatan perseroan melesat 13 persen menyentuh nominal Rp12,7 triliun dari perolehan Rp11,2 triliun pada periode tahun sebelumnya.

Sementara itu, perolehan laba bersih melonjak signifikan sebesar 25 persen ke angka Rp2,7 triliun bila disandingkan dengan raihan Rp2,1 triliun pada tahun 2024.

"Melihat kinerja pada 2025, maka pembagian dividen sebesar Rp36 per saham telah disetujui dalam RUPST. Nilai dividen tersebut setara dengan 25,1% dari laba bersih perseroan tahun buku 2025," ujarnya dalam Public Expose, Jumat (26/6/2026).

Meskipun demikian, sepanjang tahun 2025, pencapaian sektor keuangan yang positif tersebut terpantau tidak berjalan beriringan dengan realisasi performa marketing sales perusahaan.

Raihan angka penjualan pemasaran atau marketing sales milik CTRA di sepanjang tahun 2025 terdokumentasi sebesar Rp9,5 triliun alias mengalami penyusutan 14 persen dari target realisasi tahun lalu yang menyentuh Rp11 triliun.

Guna menjadi bantalan pertumbuhan, selama tahun 2025 perseroan meluncurkan di atas 12 klaster residensial baru yang disebar pada bermacam proyek unggulan.

Proyek tersebut antara lain CitraGarden Bintaro, CitraLand Surabaya, CitraGarden City Jakarta, CitraLand Gama City Medan, CitraGarden Serpong, Citra City Sentul, CitraLand The GreenLake Surabaya, sampai CitraLand Celebes Makassar.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan CTRA Aditya Ciputra Sastrawinata menerangkan bahwa pihak perseroan mematok target marketing sales di level Rp9,5 triliun untuk tahun 2026, atau relatif serupa dengan raihan tahun lalu.

Penerapan target ini diposisikan sebagai cerminan sikap kehati-hatian manajemen di tengah situasi iklim ekonomi yang dinilai masih penuh dengan tantangan.

Menurut pandangannya, tingkat daya beli masyarakat yang dinilai belum pulih secara menyeluruh masih membayangi volume permintaan produk properti di sejumlah wilayah tanah air.

Walau begitu, pihak perseroan menaruh optimisme tinggi target tersebut sanggup diraih lewat taktik pengembangan produk hunian residensial serta diversifikasi wilayah geografis.

Selain itu, manajemen CTRA menaruh harapan besar insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) mampu bertindak sebagai katalis positif pemacu gairah permintaan hunian.

"Target di 2026 ditetapkan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian karena melihat masih lesunya permintaan properti di beberapa wilayah akibat faktor penurunan daya beli. Namun, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bisnis property, kami yakin mampu memenuhi target tersebut," ujar Aditya.

Sebagai bagian dari realisasi strategi itu, CTRA telah memperkenalkan dua proyek hunian residensial anyar pada tahun ini, yakni Citra Homes Halim di wilayah Jakarta serta Citra Bukit Golf Sentul di Bogor.

Sepanjang kuartal I/2026, perseroan juga resmi merilis pelbagai varian klaster baru, seperti Cedarwood@Forestine di CitraGarden City Jakarta serta Hortis Phase 2 di kawasan CitraGarden Serpong.

Memasuki periode semester II/2026, CTRA mengagendakan peluncuran sejumlah proyek anyar lainnya, meliputi Klaster Lacewood Phase 1@The Forestine dan Solea Terrace di CitraGarden City Jakarta, hingga Apartemen Kataluna di CitraLand City CPI Makassar.

Aditya mempertegas komitmen bahwa pihak perseroan bakal terus menelurkan pelbagai varian produk inovatif dengan konsisten memprioritaskan prinsip berkelanjutan selaku fondasi utama ekspansi bisnis jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index