JAKARTA - Penggawa andalan tim nasional Prancis, Ousmane Dembele, sukses memanen sanjungan dari pelatih tim nasional Norwegia, Stale Solbakken.
Apresiasi tinggi itu mengalir setelah sang pemenang trofi Ballon d'Or 2025 tersebut berhasil mengemas trigol atau hattrick ke jala skuad Norwegia.
Aksi gemilang itu tersaji dalam bentrokan pamungkas babak penyisihan Grup I turnamen sepak bola bergengsi Piala Dunia 2026 yang bergulir Sabtu WIB.
Saat beradu taktik di rumput Stadion Boston, gelontoran tiga gol Dembele seluruhnya tercipta pada paruh pertama laga, tepatnya di menit ke-7, ke-20, dan ke-32.
Kontribusi masif ini mengantarkan skuad berjuluk Les Bleus tersebut menyegel posisi puncak klasemen Grup I lewat kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 4-1.
"Jelas hari ini Dembele sedang menjalani hari ketika setiap sentuhan bolanya begitu sempurna dan itu sangat menyulitkan kami. Kami tidak mampu membantu Fredrik (Andre Bjorkan), bek kiri kami. Dua penyelesaian akhir Dembele benar-benar berkelas dunia. Gol ketiganya seharusnya bisa kami hindari," kata Solbakken, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu.
Torehan impresif tersebut memosisikan nama Dembele sebagai aktor pencetak trigol pertama pada paruh babak pertama laga Piala Dunia, menyamai rekor lawas.
Catatan serupa sebelumnya ditorehkan oleh legenda Oleg Salenko yang tampil tajam membela Rusia kala bersua Kamerun dalam edisi Piala Dunia 1994 silam.
Selain itu, raihan hattrick ini juga dinobatkan sebagai yang tercepat kedua sepanjang perjalanan sejarah kompetisi sepak bola akbar Piala Dunia.
Untuk rekor trigol tercepat hingga kini masih dikuasai oleh Erich Probst asal Austria, yang membukukan tiga gol hanya dalam tempo 24 menit kontra Cekoslowakia pada 1954.
Lewat tambahan performa teranyar ini, Dembele tercatat telah mengoleksi total empat gol sepanjang keikutsertaannya dalam pergelaran Piala Dunia 2026.
Jumlah tersebut juga merangkum total golnya di seluruh ajang Piala Dunia setelah sebelumnya sempat ikut berpartisipasi pada edisi tahun 2018 dan 2022.
Satu gol pembuka miliknya pada turnamen tahun ini dilesakkan ke gawang timnas Irak saat membantu Prancis memetik kemenangan 3-0 di laga kedua.
Secara akumulatif, bintang lini depan milik klub raksasa Paris Saint-Germain tersebut kini sudah membukukan 11 gol bagi timnas Prancis dari 62 penampakan laga.
Rekam jejak karier internasionalnya bersama timnas senior sendiri tercatat dimulai sejak melakoni laga debut pada September 2016 saat berhadapan dengan Italia.
Hasil manis yang dipetik oleh timnas Prancis ini disambut penuh rasa syukur oleh sang asisten pelatih, Guy Stephan, yang bertindak memimpin tim di tepi lapangan.
Stephan dipercaya mengemban peran sebagai nakhoda sementara guna menggantikan Didier Deschamps yang terpaksa absen lantaran mesti menghadiri prosesi pemakaman ibundanya.
Raihan tiga kemenangan bersih dari tiga laga otomatis memuluskan langkah kaki Prancis menuju fase gugur babak 32 besar untuk menantang timnas Swedia.
Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan bakal berlangsung pada Rabu (1/7) dini hari WIB, bertempat di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat.
"Semakin jauh kami melangkah di turnamen ini, lawan yang akan kami hadapi akan semakin kuat. Kami harus tetap waspada. Kami senang, kami akan menikmati kemenangan ini, tetapi besok kami kembali bekerja bersama Didier," kata Stephan.