Wamentan Tegaskan Proyek Irigasi Dipercepat demi Dongkrak Pangan

Wamentan Tegaskan Proyek Irigasi Dipercepat demi Dongkrak Pangan
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan penegasan bahwa pihak eksekutif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah memacu percepatan pembangunan serta pembenahan jaringan irigasi pertanian. Langkah strategis ini ditempuh guna mendongkrak kapasitas produksi pangan nasional sekaligus menyejahterakan para petani.

Wamentan Sudaryono menguraikan bahwa pemerintah telah menyiapkan alokasi dana berkisar Rp12 triliun per tahun demi membenahi saluran irigasi primer, sekunder, hingga tersier. Selama ini, rusaknya infrastruktur tersebut kerap menjadi batu sandungan bagi peningkatan hasil panen.

“Presiden memutuskan bahwa persoalan irigasi tidak boleh lagi terhambat oleh birokrasi. Kalau daerah belum mampu memperbaiki, negara harus hadir. Karena itu pemerintah mengalokasikan sekitar Rp12 triliun setiap tahun untuk memperbaiki irigasi primer, sekunder, maupun tersier di seluruh Indonesia agar produktivitas pertanian meningkat,” ujar Wamentan Sudaryono di Batam, Kepri, Senin, saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Kepulauan Riau.

Menurut pandangan Wamentan Sudaryono, akselerasi pembangunan infrastruktur air ini menjadi salah satu terobosan fundamental Presiden Prabowo dalam mengokohkan ketahanan pangan domestik.

Selama kurun waktu bertahun-tahun, banyak saluran irigasi yang terbengkalai dan tidak beroperasi secara maksimal. Kendala tersebut dipicu oleh rumitnya pembagian wewenang birokrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota.

"Bahwa sektor pangan dan pertanian merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis yang secara langsung menyentuh kebutuhan petani dan produksi pangan nasional," katanya.

Berdasarkan penilaian Wamentan Sudaryono, variasi program taktis yang diaplikasikan oleh pemerintah kini mulai membuahkan hasil konkrit di lapangan. Indonesia dinilai berhasil menyetop aktivitas impor pada beberapa komoditas pangan esensial, seperti beras konsumsi dan jagung konsumsi, sembari terus memacu kapasitas panen dalam negeri.

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pihak kementerian bakal konsisten memperbesar investasi pada sektor agraria. Formatnya berupa eskalasi besaran anggaran, pengadaan infrastruktur penunjang, hingga pemangkasan aturan yang berbelit agar target swasembada berjalan lancar.

“Tujuan akhirnya jelas, yaitu Indonesia swasembada pangan, stok pangan nasional kuat, dan yang paling penting petani Indonesia semakin sejahtera,” tutup Sudaryono.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index