Mata Uang Rupiah Ditutup Melemah ke Level 17.889 per Dolar AS

Mata Uang Rupiah Ditutup Melemah ke Level 17.889 per Dolar AS
Ilustrasi Nilai tukar rupiah.

JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah pada perdagangan hari Selasa, 30 Juni 2026, ditutup berada di teritori negatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Marketwatch, mata uang Garuda mengalami koreksi sebesar 0,22 persen atau setara dengan pelemahan 39 poin ke level Rp17.889 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau bergerak menguat sebesar 0,24 persen dan menempati posisi di level 101,35 pada penutupan pasar hari ini.

Sebelumnya, pada sesi pembukaan pagi hari, rupiah juga sempat dibuka melemah sebesar 0,17 persen menuju ke level Rp17.881 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan bahwa nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.

"Rupiah diperkirakan akan range bound terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas. Investor cenderung wait and see serentetan data ekonomi penting baik dari domestik maupun AS pekan ini," ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Pelemahan ini selaras dengan tren yang terjadi pada sejumlah mata uang di kawasan Asia yang juga mengalami tekanan terhadap mata uang Paman Sam tersebut.

Won Korea memimpin pelemahan sebesar 0,49 persen, diikuti oleh peso Filipina yang terdepresiasi 0,21 persen, serta rupee India yang turun 0,15 persen.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa sentimen eksternal dipicu oleh peningkatan permusuhan antara AS dan Iran akhir pekan lalu.

Kondisi tersebut sempat menimbulkan keraguan atas kesepakatan damai, meskipun kedua pihak dilaporkan berkomitmen untuk melakukan lebih banyak pembicaraan di Qatar minggu ini.

Terkait kebijakan moneter, beberapa pejabat The Fed mengeluarkan pernyataan yang hawkish mengenai prospek suku bunga dan tingkat inflasi di Amerika Serikat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar saat ini sedang menantikan rilis indikator ekonomi awal bulan Juli, yakni data neraca perdagangan Indonesia serta tingkat inflasi.

Data-data tersebut diperkirakan menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam membaca kondisi ekonomi nasional dan menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index