Emiten SSIA Bagikan Dividen Tunai Rp23.5 Miliar dalam RUPST Terbaru

Emiten SSIA Bagikan Dividen Tunai Rp23.5 Miliar dalam RUPST Terbaru
Emiten konstruksi dan properti, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

JAKARTA - Emiten konstruksi dan properti, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memutuskan untuk mendistribusikan dividen tunai bernilai total Rp23,5 miliar atau setara Rp5 per lembar saham.

Langkah korporasi ini diambil dari akumulasi saldo laba ditahan perusahaan, berbarengan dengan sikap optimis jajaran manajemen atas target pertumbuhan performa bisnis sepanjang tahun 2026.

Keputusan alokasi keuntungan tersebut resmi disetujui dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari Jumat (19/6/2026).

Jika merujuk pada posisi harga penutupan perdagangan saham per 19 Juni 2026, nominal dividen yang ditebar tersebut merefleksikan tingkat dividend yield pada kisaran 0,31 persen.

Dalam forum rapat yang sama, para pemegang modal turut menyepakati langkah restrukturisasi pada jajaran Dewan Komisaris dengan mengangkat Fentony sebagai komisaris yang baru.

Sebelum resmi merapat ke tubuh SSIA, nama Fentony teridentifikasi sempat mengemban mandat penting sebagai Komisaris di PT TCP Internusa.

Presiden Direktur Surya Semesta Internusa Johannes Suriadjaja menyampaikan bahwa manajemen merasa sangat optimistis mampu mengukir capaian positif pada tahun 2026.

Optimisme ini disokong penuh oleh rencana konversi dari angka prapenjualan (marketing sales) lahan industri Subang Smartpolitan untuk segera diakui menjadi instrumen pendapatan riil.

"Kami memperkirakan kinerja SSIA pada tahun 2026 akan didorong oleh konversi penjualan pemasaran yang kuat dari Subang Smartpolitan menjadi pendapatan, yang didukung oleh berlanjutnya pemulihan yang solid pada segmen perhotelan seiring peningkatan kinerja operasional Paradisus by Meliá Bali sejak resmi beroperasi pada Februari tahun ini," ujar Johannes dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Bukan hanya merampungkan agenda RUPST, pihak SSIA terpantau melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) demi mengesahkan program kepemilikan saham bagi manajemen dan pekerja (MESOP).

Lewat skema kebijakan internal tersebut, perseroan bakal menerbitkan aset saham baru dengan kuota maksimal di bawah rentang 5 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Johannes menguraikan bahwa program MESOP ini sengaja diformulasikan guna menyalurkan insentif produktif bagi pekerja sekaligus jajaran manajemen yang menorehkan prestasi tinggi di lingkungan Grup SSIA.

“Harga pelaksanaan akan mengikuti peraturan yang berlaku dan ditetapkan tidak kurang dari 90% dari rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan,” katanya.

Menatap rapor keuangan, pihak SSIA sukses menorehkan angka pendapatan menyentuh Rp1,44 triliun pada kuartal I/2026, atau menanjak hingga 35 persen secara tahunan (year on year).

Akselerasi pendapatan tersebut didominasi oleh lonjakan profit dari sektor properti yang meroket hingga 202,1 persen secara tahunan menuju posisi Rp494,9...

Sementara itu, untuk lini bisnis perhotelan terpantau mengukir grafik pertumbuhan di level 59,2 persen dengan perolehan dana masuk sebesar Rp162,5 miliar.

Di sisi lain, divisi konstruksi dilaporkan masih berada dalam tekanan pada kuartal awal tahun ini akibat berkurangnya intensitas pengerjaan proyek sepanjang momentum Ramadan serta Idulfitri.

Berikut adalah susunan resmi jajaran Direksi beserta Dewan Komisaris PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) untuk masa bakti periode tahun 2026 hingga 2029:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama (Independen): Hagianto Kumala

Wakil Komisaris Utama: Crescento Hermawan

Komisaris: Fentony

Komisaris: Frans Bedjo Wiantono

Komisaris Independen: Irawan Chandra

Jajaran Direksi:

Presiden Direktur: Johannes Suriadjaja

Wakil Presiden Direktur: The Jok Tung

Direktur: Wilson Effendy

Direktur: Sonny Satia Negara

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index