Perluas Bisnis Kuliner PZZA Akuisisi 52 Persen Saham Pemilik HAY

Perluas Bisnis Kuliner PZZA Akuisisi 52 Persen Saham Pemilik HAY
Ilustrasi Gerai Pizza Hut.

JAKARTA – Emiten pengelola gerai Pizza Hut di Tanah Air, PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) berupaya memperluas kantong pendapatan perseroan melalui pembelian 52 persen saham PT Halal Artisan Yummies (HAY). Langkah taktis ini diambil guna memperlebar jangkauan pasar.

Perusahaan yang diakuisisi tersebut merupakan pemilik sah dari jaringan gerai Hayo Frozen Yogurt Shop. Berdasarkan laporan dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham PZZA tersebut siap bergerak maju.

PZZA menggelontorkan nilai investasi finansial yang mencapai angka Rp10,4 miliar demi mengamankan kepemilikan 52 persen saham HAY. Transaksi ini dieksekusi secara resmi melalui mekanisme penyetoran sebagian saham baru dari PZZA ke pihak HAY.

Aksi korporasi ini tergolong ke dalam transaksi afiliasi karena adanya kesamaan posisi pimpinan. Tercatat, Boy Lukito mengemban jabatan ganda selaku Direktur Utama di dalam internal PZZA sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama di HAY.

”Perseroan memandang bahwa setoran modal ke HAY merupakan langkah strategis untuk memperluas jaringan pasar sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri makanan dan minuman,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis (25/6/2026).

Pihak manajemen menerangkan, dengan masuknya investor baru ini sebagai pemegang saham mayoritas, transaksi diharapkan membawa dampak positif. Pertumbuhan jangka panjang korporasi ditargetkan terwujud lewat skema pengembangan usaha yang jauh lebih terarah.

Di samping itu, agenda investasi ini diproyeksikan mampu melahirkan kesinambungan bisnis yang solid antara entitas PZZA dan HAY. Fokus utamanya terletak pada ranah diversifikasi aneka produk halal serta inovasi sektor kuliner modern.

”Kepemilikan sebesar 52% memberikan kendali strategis bagi PZZA untuk mengarahkan pengembangan usaha HAY, sehingga dapat memperkuat daya saing dan memperluas peluang bisnis di sektor makanan dan minuman,” tambah manajemen.

Adapun langkah akuisisi saham ini dinilai tidak akan memicu beban finansial yang memberatkan bagi struktur internal PZZA. Hal tersebut dikarenakan persentase total nilai transaksi yang terjadi tergolong relatif kecil.

Nilai dari pembelian saham tersebut hanya mencerminkan angka sebesar 1,01 persen dari akumulasi total ekuitas perseroan. Data keuangan ini mengacu pada laporan neraca keuangan perusahaan per periode 31 Desember 2025.

Skema transaksi afiliasi sengaja dipilih oleh jajaran direksi PZZA karena dipandang memberikan keuntungan optimal bagi para pemegang saham. Hal ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan jika menjalin kesepakatan dengan pihak eksternal yang non-afiliasi.

Landasan keputusan matang tersebut diambil berdasarkan pertimbangan efisiensi waktu pelaksanaan di lapangan, keselarasan visi kepentingan bersama, hingga potensi lahirnya sinergi bisnis yang jauh lebih kokoh ke depan.

”Transaksi serupa dengan pihak tidak terafiliasi dapat memakan waktu lebih lama untuk dilaksanakan, yang kemudian dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha perseroan,” tegas manajemen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index