JAKARTA - Banyaknya jumlah pengangguran dari kalangan lulusan sekolah menengah masih menjadi sebuah tantangan ketenagakerjaan yang besar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok lulusan SMK dan SMA masih menjadi penyumbang angka pengangguran terbuka yang relatif tinggi bila dibandingkan beberapa jenjang pendidikan lainnya.
Di tengah situasi pelik tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) hadir memberikan solusi konkret yang tidak sekadar berfokus pada penyaluran dana serta pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro. Mereka juga berkomitmen membuka peluang kerja baru bagi para generasi muda di berbagai penjuru daerah.
Lewat program perluasan jangkauan layanan sekaligus pendampingan intensif bagi jutaan nasabahnya, PNM ikut menciptakan lapangan pekerjaan baru yang produktif. Program ini memberi ruang berharga bagi lulusan SMA/SMK untuk terus tumbuh, berkarya, serta merancang masa depan yang lebih mapan.
Peran aktif ini sejalan dengan komitmen penuh dari Pemerintah melalui Danantara guna menguatkan sektor UMKM selaku roda penggerak utama ekonomi nasional. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penguatan UMKM akan mendatangkan efek berganda yang luas.
Dampak positif tersebut dimulai dari memacu pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja baru, hingga menaikkan daya saing Indonesia. Dony juga mengingatkan pentingnya untuk selalu memprioritaskan pemenuhan hak-hak para pegawai di tengah proses transformasi serta konsolidasi BUMN yang berjalan.
“Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony.
Menjadi bagian resmi dari ekosistem Danantara, PNM berhasil menunjukkan bahwa perluasan akses modal dan pemberdayaan mampu memberikan multiplier effect yang jauh lebih luas. Pertumbuhan jumlah nasabah otomatis ikut menaikkan kebutuhan tenaga pendamping operasional di lapangan.
Kondisi tersebut akhirnya membuka jalan karier bagi puluhan ribu lulusan SMA/K sederajat, khususnya mereka yang berasal dari keluarga golongan prasejahtera. Di sini, para staf muda tidak hanya mendapatkan pekerjaan di sektor formal yang legal.
Mereka pun memperoleh kesempatan emas untuk mengasah kompetensi diri, membangun jenjang karier yang terarah, hingga melanjutkan jenjang pendidikan tinggi lewat fasilitas program beasiswa yang dikelola oleh pihak PNM.
Hingga saat ini, PNM terhitung telah menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh penjuru Indonesia. Sekitar 88 persen dari total jumlah karyawan tersebut merupakan pekerja perempuan, dengan lebih dari 43 ribu di antaranya adalah lulusan tingkat SMA/K sederajat.
Mereka bergerak aktif sebagai garda terdepan dalam mendampingi jutaan perempuan prasejahtera yang menjadi nasabah PNM Mekaar. Selain itu, mereka memegang peran krusial selaku agen pemberdayaan ekonomi pada level komunitas lokal.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menuturkan bahwa penciptaan lapangan kerja baru merupakan bagian fundamental yang melekat erat pada misi pemberdayaan milik perusahaan. Semenjak bergabung dalam bagian Danantara, PNM terus memperkokoh kontribusinya.
Kontribusi ini tidak sebatas pada perluasan akses permodalan bagi para pelaku usaha ultra mikro semata. Langkah ini juga diiringi dengan pembukaan kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi seluruh generasi muda di Indonesia.
"Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas," jelas Kindaris.
Melalui penerapan metode tersebut, PNM membuktikan bahwa esensi dari penyaluran modal usaha tidak berhenti pada urusan penambahan saldo dana saja. Setiap lini usaha yang berhasil tumbuh akan mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga inti.
Langkah ini juga sekaligus memicu lahirnya peluang kerja baru dan menghadirkan dampak positif yang menyentuh lapisan masyarakat luas. Skema efek berganda dari pemberdayaan inilah yang terus diakselerasi oleh PNM bersama Danantara demi membangun sistem ekonomi nasional yang lebih inklusif serta berkelanjutan.