BERITA360.ID — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar memanfaatkan peluang baru di sektor pariwisata yang berkelanjutan dan andal. Delapan program studi di kampus itu menghasilkan tenaga ahli yang dinilai siap menjawab kebutuhan industri, mulai dari tata hidang hingga pengelolaan hotel. Poltekpar Makassar juga masuk peringkat 1.001–1.500 dunia dalam THE Impact Rankings.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor itu. Pernyataan tersebut disampaikan saat acara wisuda di Poltekpar Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Menurut Ni Luh, keberanian memperluas cakrawala berpikir, mengatasi keterbatasan, dan menjelajahi peluang baru di tingkat nasional maupun global menjadi bagian penting dalam menghadapi masa depan pariwisata.
Delapan Program Studi Jadi Kekuatan Kompetensi
Poltekpar Makassar memiliki delapan program studi yang menghasilkan lulusan dengan beragam kompetensi. Cakupannya meliputi perjalanan wisata, destinasi pariwisata, pengelolaan konvensi dan acara, divisi kamar, tata hidang, seni kuliner, hingga pengelolaan hotel.
"Keragaman keahlian tersebut menjadi kekuatan untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan," kata Ni Luh.
Ia menilai kompetensi yang dibangun selama masa pendidikan harus menjadi penopang utama bagi para lulusan dalam menghadapi tuntutan industri yang terus berubah.
Peringkat Global dan Kepercayaan Publik
Ni Luh mengapresiasi capaian Poltekpar Makassar yang masuk kelompok peringkat 1.001–1.500 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. Penilaian itu terkait kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pencapaian tersebut disebutnya sebagai bukti komitmen Poltekpar Makassar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kontribusi institusi pendidikan pariwisata Indonesia, kata dia, semakin diakui di tingkat global.
Kehadiran kementerian dan lembaga, akademisi, mitra industri, serta orang tua dan keluarga dalam momentum wisuda tersebut dinilai mencerminkan besarnya kepercayaan dan harapan yang diberikan kepada para lulusan.
"Semangat untuk mengamalkan ilmu dan menghadirkan manfaat bagi sesama sejalan dengan tema wisuda yang mengangkat semangat membangun masa depan melalui pariwisata berkelanjutan," ujar Ni Luh.