BERITA360.ID — Lebih dari 600 orang tewas ketika Iroquois Theatre di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, terbakar habis dalam waktu kurang dari 15 menit pada 30 Desember 1903. Kebakaran yang terjadi saat pertunjukan siang tengah berlangsung itu menjadi salah satu tragedi teater terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Kegagalan standar keselamatan konstruksi dan sistem pencahayaan era awal abad ke-20 menjadi pemicu utama.
Gedung teater saat itu terisi penuh. Kepadatan pengunjung membuat proses evakuasi berlangsung kacau begitu api mulai membesar.
Api muncul dari satu titik di dalam gedung. Dalam waktu kurang dari 15 menit, seluruh bangunan hangus terbakar.
Mengapa Api Menyebar Begitu Cepat
Upaya pemadaman tidak berjalan efektif. Api membesar terlalu cepat sebelum petugas sempat bertindak.
Pada era abad ke-19 dan awal abad ke-20, sistem pencahayaan dan pemanas menjadi sumber risiko kebakaran utama di teater-teater Amerika Serikat. Iroquois Theatre tidak lepas dari persoalan itu.
Faktor lain yang memperburuk situasi adalah kegagalan penerapan standar keselamatan konstruksi. Regulasi keselamatan yang seharusnya dipatuhi pengelola teater tidak dijalankan dengan baik.
Korban Jiwa dan Pelajaran yang Ditinggalkan
Kebakaran itu merenggut lebih dari 600 korban jiwa. Jumlah itu tercatat karena penonton yang hadir memang sangat banyak saat pertunjukan berlangsung.
Peristiwa ini tercatat dalam disertasi berjudul 'The Iroquois Theatre Fire: Chicago's Other Great Fire' karya Andrew M. Hayes. Kajian itu menyebut tragedi ini sebagai salah satu titik awal pembenahan mitigasi kebakaran di Amerika Serikat.
Pengetahuan soal mitigasi kebakaran pada masa itu masih minim. Pemerintah dan pengelola gedung baru menyadari pentingnya standar keselamatan setelah jatuhnya korban dalam jumlah besar.
Iroquois Theatre menjadi jejak awal reformasi regulasi keselamatan kebakaran di Amerika Serikat. Aturan konstruksi gedung pertunjukan, jalur evakuasi, dan sistem pencegahan api mulai ditinjau ulang sepeninggal tragedi itu.