BERITA360.ID — Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Watubangga Baruga, Kota Kendari, setelah 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis. Dua pelajar masih menjalani perawatan di Puskesmas Lepo-Lepo hingga kini.
Penghentian operasional SPPG Watubangga Baruga berlaku sejak Sabtu, 19 September 2026. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Kendari Mulyadi menyatakan kebijakan itu diambil sebagai hasil evaluasi Badan Gizi Nasional.
SPPG tersebut menerima Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN. Selama masa penghentian, SPPG dilarang memproduksi maupun menyalurkan makanan kepada penerima manfaat.
Belum Ada Batas Waktu Kapan Operasional Kembali Dibuka
Mulyadi menyebut BGN masih melakukan evaluasi menyeluruh. Hingga kini, belum ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk membuka kembali operasional SPPG.
"SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN," kata Mulyadi, dikutip Minggu, 20 September 2026.
Data internal SPPG mencatat 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG. Mayoritas di antaranya merupakan siswa MTs Al Askar Kendari dan MA Al Askar Kendari.
Penanganan Medis dan Pemantauan Psikologis Siswa
SPPG Watubangga berkoordinasi dengan pihak sekolah, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah. Langkah itu untuk memastikan seluruh siswa mendapat penanganan medis.
BGN menanggung biaya pengobatan dan perawatan para pelajar. Perawatan berlangsung di Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Dewi Sartika, dan Puskesmas Lepo-Lepo.
Kepala Puskesmas Lepo-Lepo Baruga Dewi Sultriana mengatakan dua pelajar masih dirawat di fasilitas kesehatan tersebut. Sebelumnya, 28 pelajar dibawa ke Puskesmas Lepo-Lepo untuk mendapat penanganan.
"Kalau kesehatan mereka sudah membaik dari waktu mereka masuk, hanya keluhannya masih ada yang pusing-pusing," kata Dewi.
Petugas juga memantau kondisi psikologis para pelajar. Sebagian besar siswa yang mengalami keluhan kesehatan berusia 12 hingga 15 tahun.
"Termasuk kondisi psikologis mereka kami pantau, karena masih ada pelajar yang belum dijenguk sama keluarga mereka," ujarnya.
Hingga kini, BGN belum mengumumkan hasil evaluasi maupun jadwal pembukaan kembali SPPG Watubangga Baruga. Kondisi para pelajar yang masih dirawat terus dipantau agar pulih sepenuhnya.