BERITA360.ID — KM Gunung Dempo adalah kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) yang dibangun pada 2008 di galangan Meyer Werft, Jerman, dengan kapasitas 1.583 penumpang. Kapal bertipe 2.000 pax ini melayani wilayah operasi yang membentang dari Papua Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua Tengah, hingga Sulawesi Tenggara.
KM Gunung Dempo termasuk armada PT PELNI yang aktif mengarungi perairan Indonesia. Kapal ini tercatat beroperasi pada Sabtu, 19 September 2026, melayani penumpang di sejumlah pelabuhan singgah.
Dengan bobot 14.017 GT dan panjang 147 meter, kapal ini dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Nomor IMO 9401324 menjadi identitas resminya dalam registrasi pelayaran internasional.
Spesifikasi Kapal
Berikut data teknis KM Gunung Dempo berdasarkan spesifikasi resminya.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Operator | PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) |
| Tipe / kelas | Tipe 2.000 pax |
| Tahun dibuat | 2008 |
| Galangan pembuat | Meyer Werft, Papenburg, Jerman |
| Kapasitas penumpang | 1.583 orang |
| Gross tonnage | 14.017 GT |
| Panjang | 147 meter |
| Nomor IMO | 9401324 |
| Wilayah operasi | Papua Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua Tengah, Sulawesi Tenggara |
Wilayah Operasi
KM Gunung Dempo melayani rute yang menghubungkan sejumlah provinsi di Indonesia bagian timur dan tengah. Wilayah operasinya mencakup Papua Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Dari pantauan operasional, kapal ini menyinggahi 11 pelabuhan. Jumlah itu menunjukkan peran KM Gunung Dempo sebagai penghubung antarpulau di kawasan tersebut.
Bagi penumpang yang hendak bepergian ke wilayah timur Indonesia, keberadaan kapal ini menjadi salah satu pilihan transportasi laut. Rute yang dilayani mencakup kawasan dengan akses darat terbatas.
KM Gunung Dempo tetap menjadi bagian dari layanan PT PELNI dalam menghubungkan pulau-pulau di Indonesia. Dengan kapasitas 1.583 penumpang, kapal ini melayani rute Papua Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua Tengah, dan Sulawesi Tenggara.