JAKARTA — Persaingan pasar ponsel lipat kian sengit dengan hadirnya Samsung Galaxy Z Fold8 serta perangkat lipat perdana Apple, iPhone Duo.
Meskipun sama-sama mengusung layar berukuran besar, Galaxy Z Fold8 unggul dari sisi bobot yang lebih ringan yaitu 201 gram dibanding iPhone Duo yang seberat 254 gram.
Samsung memiliki rekam jejak panjang dalam mengembangkan lini ponsel lipat sejak 2019, sedangkan Apple baru memulai debutnya pada segmen ini.
Dari sektor layar, iPhone Duo dibekali layar utama 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci, sedangkan Galaxy Z Fold8 memiliki layar luar sedikit lebih luas yakni 5,5 inci.
Dapur pacu Galaxy Z Fold8 ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sementara iPhone Duo mengandalkan prosesor A20 Pro.
Di pasar Indonesia, Samsung Galaxy Z Fold8 dibanderol mulai dari Rp28,499 juta untuk varian 256 GB hingga Rp40,499 juta untuk varian 1 TB.
Sementara itu, iPhone Duo dijual di Amerika Serikat mulai dari US$ 1.999 atau sekitar Rp35,3 juta untuk varian kapasitas 256 GB.
Pengalaman bertahun-tahun membuat Samsung terus menyempurnakan struktur engsel perangkatnya, yang kini menggunakan material Flex Titanium pada Galaxy Z Fold8.
Di sisi lain, Apple membekali iPhone Duo dengan teknologi precision hinge yang memanfaatkan lebih dari 100 komponen serta material titanium.
Dari sisi ketahanan, iPhone Duo mengantongi sertifikasi IP68, lebih tinggi dibanding Galaxy Z Fold8 yang memiliki sertifikasi ketahanan air dan debu IP48.
Pengembangan perangkat lunak Samsung juga semakin matang lewat fitur multitasking serta integrasi Galaxy AI untuk mendukung produktivitas kerja pengguna.
Pemilihan antara kedua perangkat ini kembali pada kebutuhan pengguna, baik yang menginginkan kematangan ekosistem lipat Samsung maupun pengguna setia ekosistem Apple.